Breaking News:

Pandemi Virus Corona Covid-19, Bagaimana Cara China Lakukan Tes terhadap 1 Juta Orang dalam Sehari?

Pada Senin (25/5/2020) kemarin, otoritas Wuhan mengatakan pihaknya telah berhasil melakukan tes Covid-19 terhadap 9 juta orang dalam waktu 10 hari.

thejournalofmhealth.com
ILUSTRASI tes swab Covid-19. 

Pada Sabtu (24/5/2020) lalu, China melaporkan nol kasus terkonfirmasi baru untuk pertama kalinya sejak pandemi bermula pada Januari 2020.

Menurut Profesor Chen Xi dari School of Public Health Yale University, China memiliki populasi penduduk yang lebih padat ketimbang negara-negara Barat.

Sehingga, community transmission atau penularan lokal harus diperhatikan melalui pengetesan berskala besar.

Kampanye tes massal Wuhan akan memainkan peran positif dalam mencegah terulangnya kembali epidemi Covid-19 di kota tersebut, kata Chen Xi.

Sementara itu, Yang Zhanqiu menambahkan, tes yang dilakukan secara menyeluruh di Wuhan membuat para penduduk merasa lebih yakin dan nyaman.

Serta mempercepat proses kembalinya para penduduk ke dunia kerja dan sekolah.

Keraguan di Balik Tes Massal Covid-19

Namun, ada pihak yang meragukan soal pengujian massal ini.

Menurut Wu Zunyou, seorang ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, negara China tidak memerlukan penyaringan (screening) dan pengujian (testing) skala besar.

Wu mengatakan, dia percaya medan perang utamanya adalah hanyalah kelompok-kelompok orang dan komunitas rentan tertentu, bukan masyarakat luas.

"Menguji setiap orang memang terdengar seperti ide yang bagus, tetapi sangat sulit dilakukan. Bahkan uji coba terhadap 100.000 orang di Victoria benar-benar membuat laboratorium kewalahan, dan ada risiko munculnya hasil positif palsu (false positives)," kata Profesor Cheng dari Alfred Health.

"Hasil positif palsu tidak terlalu umum, tetapi jika tidak ada orang yang terinfeksi, setiap hasil tes positif akan menjadi positif palsu," lanjutnya.

"Selain itu, dibutuhkan pekerjaan yang berat untuk mengumpulkan spesimen - mungkin itu bukan masalah di China - dan ada risiko kesalahan yang muncul dengan adanya sejumlah langkah tambahan," katanya.

Meski demikian, Profesor McLaws tetap mengatakan pengujian massal tidaklah sia-sia.

Sebab, akan memberikan "begitu banyak informasi ilmiah yang sangat kaya".

"Itu akan menjawab beragam banyak pertanyaan," katanya.

(TribunPalu.com/Rizki A.)

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved