Breaking News:

Pelaksanaannya Boleh Dijeda, Berikut Niat dan Keutamaan Puasa Syawal setelah Idul Fitri

Berikut tata cara menjalankan puasa syawal, apakah harus dilakukan secara enam hari berturut-turut atau tidak.

bersamadakwah.net
ILUSTRASI Puasa Syawal. 

TRIBUNPALU.COM - Seluruh umat islam di dunia tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Di bulan penuh kemanangan ini, umat islam disunahkan untuk menjalani puasa syawal.

Keutamaan puasa Syawal disebutkan dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari r.a., Nabi Saw.,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Berkenaan jumlahnya yang 6 hari, apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut?

Bolehkah ada jeda hari dari satu puasa dengan puasa selanjutnya?

Buya Yahya dalam ceramah yang diunggah di kanal Youtube Al-Bahjah TV menjawab pertanyaan serupa dari jamaah.

Teruskan Tradisi di Saat Idul Fitri, Warga Semarang Tetap Lakukan Ziarah Makam Meski Pandemi

Bupati Bener Meriah Aceh Mengundurkan Diri saat Beri Sambutan di Depan Jamaah Shalat Idul Fitri

Buya Yahya mengatakan, puasa Syawal lebih baik dikerjakan secara berurutan karena melakukan kebaikan hendaknya memang disegerakan.

Sebab apabila seorang muslim menunda puasa Syawal, dikhawatirkan ia akan menggampangkan dan terus menunda-nunda hingga bulan Syawal habis.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved