Breaking News:

WHO Desak Indonesia Hentikan Penggunaan Klorokuin untuk Mengobati Pasien Covid-19

Segala keputusan yang diambil Indonesia untuk menghentikan penggunaan dua jenis obat malaria ini terhadap pasien Covid-19 akan berdampak signifikan.

pixabay
ILUSTRASI obat-obatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia untuk menghentikan penggunaan obat anti malaria klorokuin dalam menangani virus corona. 

"Kami telah membahas permasalahan ini dan masih ada sejumlah perdebatan. Kami masih belum mengambil kesimpulan," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara misi WHO di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 belum memberikan tanggapan apa-apa.

Pekan lalu, jurnal kedokteran Lancet mempublikasikan penelitian paling komprehensif saat ini terhadap dua jenis obat tersebut.

Penelitian itu menyebutkan, penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin menyebabkan pasien Covid-19 mengalami gangguan ritme jantung dan lebih berisiko meninggal dunia.

Deretan Fakta tentang Gempa Bumi Yogyakarta 27 Mei 2006, termasuk Kontroversi 5 Pusat Gempa

Pakar Ekonomi Nilai Penerapan New Normal di Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Belum Mendesak

LAPAN Umumkan Hari Ini Pukul 16.18 WIB Akan Terjadi Fenomena Matahari Melintas Tepat di Atas Kabah

Pada Senin (25/5/2020), WHO mengumumkan pihaknya telah menghentikan penggunaan hidroksiklorokuin bagi pasien Covid-19 dalam pengujian klinis skala global.

WHO juga telah meminta penghentian penggunaan obat tersebut untuk virus corona di luar pengujian klinis global.

Sementara itu, Donald Trump menggembar-gemborkan khasiat hidroksiklorokuin selama beberapa bulan terakhir sebagai obat yang manjur untuk pasien virus corona.

Donald Trump bahkan mengklaim dirinya sendiri mengonsumsi obat tersebut sebagai upaya pencegahan infeksi.

Pada 21 Maret 2020, Donald Trump menggambarkan hidroksiklorokuin dan klorokuin sebagai 'gamechanger' atau pendobrak.

Beberapa hari kemudian, Presiden RI Joko Widodo menyebutkan obat ini dapat membantu pemulihan pasien Covid-19, tetapi tidak menyembuhkan.

Halaman
1234
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved