Breaking News:

WHO Desak Indonesia Hentikan Penggunaan Klorokuin untuk Mengobati Pasien Covid-19

Segala keputusan yang diambil Indonesia untuk menghentikan penggunaan dua jenis obat malaria ini terhadap pasien Covid-19 akan berdampak signifikan.

pixabay
ILUSTRASI obat-obatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia untuk menghentikan penggunaan obat anti malaria klorokuin dalam menangani virus corona. 

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI yang disiapkan untuk parlemen, sejumlah perusahaan di Indonesia bersiap memproduksi 15,4 juta butir klorokuin dan hidroksiklorokuin tersebut antara April hingga Mei 2020.

BPOM sendiri telah mempublikasikan informatorium Covid-19 yang mencakup panduan dosis dua obat tersebut bagi pasien muda dan dewasa Covid-19 yang mengalami gejala sedang hingga berat.

Panduan tersebut, yang juga mencantumkan peringatan soal potensi komplikasi jantung, merekomendasikan penggunaan klorokuin bersamaan (tandem) dengan antibiotik azithromycin.

Kombinasi ini, menurut beberapa penelitian, malah meningkatkan risiko gangguan ritme jantung.

Erlina Burhan mengatakan, klorokuin dan azithromycin telah digunakan secara rutin.

Awal Mei 2020, ia mengatakan kepada Reuters, belum bisa dipastikan apakah klorokuin dapat meningkatkan angka kematian pasien Covid-19, sebab belum ada penelitian mengenai kaitan antara keduanya.

Keputusan Indonesia untuk menggunakan dua obat malaria ini membuat ahli kardiologi sekaligus CEO Miller Family Heart, Vascular & Thoracic Institute di Cleveland Clinic, Stephen Nissen, terkejut.

"Kami tahu obat-obatan ini menimbulkan efek samping kardiovaskuler yang langka tetapi serius dan berpotensi mematikan, yakni gangguan ritme jantung yang sangat sulit disembuhkan," kata Stephen.

"Jadi, gagasan untuk memberikan obat-obatan tersebut secara rutin berdasarkan bukti manfaat yang lemah jelas tidak masuk akal," lanjutnya.

Sementara itu, Jane Quinn, peneliti farmakologi di Universitas Charles Sturt Australia, mengatakan obat anti malaria ini bisa lebih berbahaya bagi orang Indonesia daripada kelompok masyarakat lain.

Halaman
1234
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved