Seperti Apa Skenario Gelombang dan Puncak Kedua Pandemi Covid-19 yang Diwaspadai WHO?

Kemungkinan akan terjadi lonjakan infeksi secara mendadak hingga membebani sistem perawatan kesehatan dan menyebabkan lebih banyak kematian.

Twitter/@UNGeneva
Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, bahkan kasus di sejumlah negara semakin meningkat.

Sementara itu, ada potensi wabah Covid-19 justru kembali mengalami lonjakan dalam beberapa waktu yang akan datang.

Para ahli penyakit menular hampir bisa memastikan bahwa wabah Corona akan melonjak lagi saat musim panas berakhir.

Namun mereka tidak tahu akan seberapa parah kebangkitan virus penyerang sistem pernafasan ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun beberapa waktu lalu mengatakan bahwa wabah Corona mungkin akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, dikutip dari CNN

Sedangkan saat ini dunia masih mengalami gelombang pertama pandemi.

Selain itu, kasus infeksi masih mengalami peningkatan dan kapan saja bisa melonjak secara tiba-tiba.

"Kita mungkin akan mengalami puncak kedua dengan cara ini," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Senin (25/5/2020).

Taman Hiburan di Jepang Dibuka Kembali, Pengunjung Dilarang Berteriak untuk Cegah Penularan Covid-19

Kebiasaan Gunakan Masker Jadi Alasan Jepang Mampu Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

ILUSTRASI aturan baru di sekolah, di tengah wabah virus corona ---- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna.
ILUSTRASI aturan baru di sekolah, di tengah wabah virus corona ---- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menurutnya, puncak kedua tidak akan terungkap dengan rapi atau bertahap seperti gelombang.

Pada puncak baru wabah, kemungkinan akan terjadi lonjakan infeksi secara mendadak hingga membebani sistem perawatan kesehatan dan menyebabkan lebih banyak kematian.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved