Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah Mulai Bulan Juli 2020

Pemerintah Kota Bukittingi, Sumatera Barat, memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020.

Amiruddin/Tribun Timur
ILUSTRASI - Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN 2 unggulan Maros, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Pada bulan Juli 2020, pemerintah Kota Bukittingi, Sumatera Barat akan memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah

"Kami akan memulai pendidikan (sekolah) pada Juli. Pada bulan Juni ini guru sedang mengisi rapor siswa dan anak kelas enam sudah lulus. Setelah kami hitung hari yang tersisa sekitar 10 hari lagi, saya rasa tidak efektif untuk dimulai sekolah, makanya kami mulai di bulan Juli," ujar Wali Kota BukittinggiRamlan saat jumpa pers online, Rabu (27/5/2020) malam. 

Ramlan mengatakan, tak seluruh sekolah bakal dibuka pada Juli. Sekolah yang diizinkan beraktivitas penuh adalah sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Untuk sekolah dasar (SD), kata Ramlan, hanya empat kelas yang diizinkan melakukan aktivitas belajar mengajar, yakni kelas empat sampai kelas enam.

Kasus Covid-19 di Jawa Timur Terus Meningkat: Disoroti Jokowi, hingga Warga Protes PSBB di Surabaya

Remaja Ini Dibunuh Ayahnya Secara Brutal karena Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun

Mencegah Penularan Virus Corona, Jemaah Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

"Yang tidak diperbolehkan sekolah adalah PAUD, TK, dan anak kelas satu dan dua SD," jelas Ramlan.

Ramlan mengaskan, siswa dan guru harus mematuhi protokol kesehatan saat aktivitas belajar mengajar kembali bergulir.

Sebelum proses belajar mengajar dimulai, sekolah harus disemprot menggunakan cairan disinfektan.

Guru dan siswa juga diminta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum masuk kelas.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga melakukan tes swab terhadap seluruh guru. Mereka yang dinyatakan negatif Covid-19 diizinkan mengajar.

"Orangtua hanya boleh mengantarkan anaknya sampai pagar. Masuk kelas berjarak. Tidak ada cium tangan guru dan jendela kelas wajib dibuka dan anak murid wajib pakai masker," kata Ramlan.

Guru kelas tiga sampai kelas enam SD juga diminta mengajarkan siswa tentang bahaya dan pencegahan virus corona baru atau Covid-19. 

Dua Pelaku Penyebar Video Syur Mirip Syahrini Ditangkap di Kediri, Terancam 12 Tahun Penjara

Diberi Minum Darah Kura-kura dari Dukun untuk Cegah Virus Corona, Bayi 5 Bulan Ini Meninggal Dunia

Para guru diminta menyosialisasikan pola hidup bersih dan rajin mencuci tangan kepada siswa.

Selain itu, guru juga diwajibkan memiliki nomor ponsel orangtua. Hal ini memudahkan guru berkomunikasi dengan orangtua ketika siswa tak masuk sekolah.

"Guru akan memberikan informasi jika ada siswa yang tidak masuk kelas ke orangtuanya dan menginformasikan jika para siswa sudah pulang sekolah. Kemudian orangtua akan membalas ke gurunya jika anaknya sudah di rumah," jelas Ramlan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah", 
Penulis : Kontributor Padang, Rahmadhani
Editor : Dheri Agriesta

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved