Breaking News:

Kedatangan TKA China Tuai Kritikan, Kedutaan Tiongkok Angkat Suara: Dokumen Sudah Sesuai Syarat

Kedutuaan Besar Tiongkok di Indonesia angkat suara terkait pekerja asal Tiongkok yang ada di Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan.

Tribun Manado
ILUSTRASI Kedatangan TKA China Turun di Bandara Haluoleo Kendari, beberapa waktu lalu 

TRIBUNPALU.COM - Kedatangan sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Indonesia menuai banyak kritikan.

Terkait hal ini, Kedutuaan Besar Tiongkok di Indonesia angkat suara.

Konsuler Kedutaan Tiongkok, Wang Liping mengatakan pekerja Tiongkok di Indonesia bekerja di berbagai bidang termasuk: pertambangan, listrik, manufaktur, taman industri, pertanian, ekonomi digital, asuransi dan keuangan.

“Tempat kerjanya berada di Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Barat,” ujar Wang dalam konferensi pers bersama media, Selasa (2/6/2020).

Jubir Luhut Sebut Kedatangan 500 TKA China Dibutuhkan untuk Mempercepat Pembangunan Smelter

Kemenaker Buka Suara Soal Kedatangan 500 TKA China: Sudah Cari Pekerja Lokal tapi Tak Ada yang Mau

Wang mengatakan sebelum datang ke Indonesia, mereka sudah semuanya menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan persyaratan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ditjen Imigrasi, seperti sertifikat pendidikan, sertifikat keterampilan dan kualifikasi lainnya, dan juga sudah mendapatkan persetujuan yang diperlukan.

“Kalau kita lihat situasi pada saat ini, setiap pekerja Tiongkok di Indonesia setidaknya bisa menciptakan 3 lapangan kerja untuk masyarakat lokal Indonesia. Contohnya, proporsi pekerja Tiongkok terhadap pekerja Indonesia di Taman Industri IMIP adalah 1 banding 10; JD.id adalah 1 banding 70, dan Taman Industri Julong adalah 1 banding 150,” jelas Wang.

Seorang pekerja terampil Tiongkok pada umumnya dibayar 30 ribu USD per tahun ditambah biaya penerbangan internasional dan akomodasi yang wajib ditanggung oleh perusahaan, sementara itu seorang pekerja lokal Indonesia dibayar 10 persen dari total biaya pekerja Tiongkok.

Oleh karena itu, demi mengendalikan biaya, investor Tiongkok tak mempunyai alasan untuk tidak mempekerjakan pekerja lokal.

“Bagi beberapa proyek yang diinvestasikan oleh pelaku usaha Tiongkok, memang Indonesia tak mampu menyediakan cukup tenaga teknis dan pekerja terampil, makanya perusahaan Tiongkok harus menggunakan pekerja Tiongkok meskipun biayanya tinggi,” kata Wang.

Namun, perusahaan-perusahaan Tiongkok telah merumuskan rencana lokalisasi, yakni lebih banyak mempekerjakan pekerja lokal demi menurunkan biaya.

Sebagai contoh, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan secara bertahap beralih ke manajemen lokalisasi.

“HUAWEI sedang melakukan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pekerja lokal, dan sampai sekarang pekerja Indonesia yang menerima pelatihan tersebut telah melebihi 7000 orang,” tutup Wang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kedutaan Tiongkok Angkat Suara Soal Pekerja Asal Tiongkok di Indonesia: Dokumen Sudah Sesuai Syarat, 

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved