Breaking News:

181 Pilot Kontrak Garuda Indonesia Kehilangan Pekerjaan seusai Dikirimi Surat PHK Tengah Malam

PHK di Garuda Indonesia tak hanya menyasar pilot baru atau junior, tetapi juga menyasar pilot senior dengan pengalaman jam terbang lebih panjang.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
ILUSTRASI - Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 PK- GND membawa penumpang dari Jakarta mendarat mulus di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, di Jalan Poros Samarinda- Bontang, Kalimantan Timur, Selasa ( 20/11/2018). 

TRIBUNPALU.COM - Industri penerbangan merupakan satu di antara banyak sektor yang terdampak pandemi virus corona Covid-19 paling parah.

Dampak tersebut pun dirasakan oleh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero).

Manajemen maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pilot yang bekerja di maskapai tersebut.

Mereka yang dipecat khususnya yang berstatus karyawan kontrak.

Menurut Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG), Capt Bintang Muzaini, ada sekitar 181 pilot Garuda Indonesia yang terkena PHK per tanggal 1 Juni 2020.

APG sudah menyatakan keberatan atas keputusan perusahaan tersebut.

Pasalnya, keputusan dan kabar PHK disampaikan secara mendadak, tak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kontrak kerja.

Muzaini membeberkan, surat PHK baru disampaikan oleh manajemen Garuda Indonesia kepada para pilot sehari sebelum akhir pekan, yakni pada 29 Mei 2020 lalu.

"Itu pun tengah malam pemberitahuannya, pukul 23.39 WIB dengan target terhitung tanggal 1 Juni diberhentikan," katanya, Selasa (2/6/2020).

”Cuma 3 kali 24 jam pemberitahuannya dan di hari libur panjang Sabtu, Minggu, Senin. Yang seharusnya ada di kontrak sepengetahuan kami itu paling 30 hari atau ada yang lebih ada yang sampai 90 hari, itu juga yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Kata Khofifah Indar soal Mal Masih Buka meski Kasus Covid-19 di Surabaya Tertinggi se-Jawa Timur

Widi Mulia Belum Jenguk Sang Suami, Ini Sosok yang Datang ke Penjara Tengok Dwi Sasono

Komentari soal New Normal, Hanum Rais: Harusnya Diterapkan setelah Kita Berjibaku Lawan Corona

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved