Soroti Perpecahan Ras di AS, Meghan Markle: Ketika Pondasi Rusak, Kita Juga akan Rusak

Duchess of Sussex Meghan Markle mengungkapkan kesedihannya tentang perpecahan rasial di Amerika Serikat.

hellomagazine.com
Pangeran Harry dan Meghan Markle 

TRIBUNPALU.COM - Kasus meninggalnya George Floyd yang berujung pada kerusuhan di Amerika Serikat menuai perhatian dari Duchess of Sussex Meghan Markle.

Meghan Markle mengungkapkan kesedihannya tentang perpecahan rasial di Amerika Serikat.

Dilansir The Associated Press, kepada alumni dari sekolah menengah atasnya dahulu, SMA Immaculate Heart di Los Angeles, Meghan melalui video merasa ingin berbicara karena dia merasa hidup George Floyd itu penting.

Meghan mengatakan kepada para alumni sekolah itu bahwa dia bergulat dengan pertanyaan tentang apa yang harus dikatakan kepada mereka pasca hari-hari protes setelah kematian Floyd.

Injak Leher George Floyd hingga Tewas, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 40 Tahun

Hasil Otopsi Ungkap George Floyd Positif Covid-19, Kemungkinan Tidak Bergejala Sebelum Meninggal

Meghan mengaku gugup karena dia tahu kalimatnya mungkin akan dikutip secara terpisah namun dia memutuskan untuk tetap berbicara.

"Saya menyadari satu-satunya hal yang salah untuk dikatakan adalah tidak mengatakan apa-apa, karena kehidupan George Floyd penting," kata Meghan dalam pidato virtual, Rabu (3/6/2020).

Kematian Floyd, pria Afrika-Amerika yang lehernya ditindih oleh Derek Chauvin, petugas polisi Minneapolis saat menahan pria tak berdaya itu memicu gelombang protes dan kerusuhan berhari-hari di Amerika Serikat.

Kerusuhan di AS mengingatkan Meghan pada kerusuhan yang terjadi di kota kelahirannya di Los Angeles setelah petugas polisi dibebaskan dalam kasus pemukulan yang terekam oleh Rodney King pada 1992.

"Aku ingat jam malam, dan aku ingat aku bergegas pulang ke rumah dan dalam perjalanan pulang itu, aku melihat abu jatuh dari langit dan aku mencium bau asap dan melihat asap mengepul dari bangunan dan melihat orang-orang keluar dari bangunan, membawa tas dan menjarah," dia berkata.

Dia juga mengungkapkan ingatannya ketika dia melihat banyak orang di belakang van memegang senjata dan senapan. 

Soroti Kerusuhan di Amerika, SBY Singgung Julukan Negara Super Power: Apakah Masih Seperti Itu?

"Dan aku ingat aku kembali ke rumah dan melihat sebuah pohon yang tadinya ada di tempatnya jadi hangus terbakar. Dan kenangan itu tidak akan hilang."

Meghan dan suaminya, Pangeran Harry yang merupakan cucu dari Ratu Elizabeth II, kini tengah mencari kehidupan baru di California setelah keluar dari tugas kerajaan di awal 2020 lalu.

Setelah memutus kerja sama dengan media tabloid Inggris, mereka telah berupaya untuk secara mandiri membentuk citra mereka dan berbicara tentang isu-isu yang mereka anggap penting.

Video Meghan ini merupakan yang pertama kali dilaporkan oleh majalah AS, Essence, sebuah video yang memberikan semangat kepada para alumni dan mendesak mereka untuk mempertimbangkan saat-saat terbaik dan kemanusiaan yang muncul dari tindakan para pemrotes damai.

Meghan mengatakan dia berharap para lulusan memulai kehidupan muda mereka di dunia yang lebih baik.

"Saya tahu kadang-kadang orang berkata, 'Berapa kali kita perlu membangun kembali?" ujarnya.

"Yah, tahukah kalian? Kita akan membangun kembali dan membangun kembali dan kembali membangun sampai berhasil. Karena ketika pondasi rusak, kita juga akan rusak."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS", 
Penulis : Miranti Kencana Wirawan
Editor : Miranti Kencana Wirawan

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved