Breaking News:

Kepala Bappenas Sebut Indonesia Berupaya Intensif Ciptakan Vaksin Corona

Menteri PPN/Kepala Bappenas,Suharso Monoarfa memastikan Indonesia juga berupaya menciptakan vaksin corona.penting untuk Indonesia untuk mengembangkan

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Negara di dunia saat ini sedang berlomba menciptakan vaksin Corona atau Covid-19.

Menteri PPN/Kepala Bappenas,Suharso Monoarfa memastikan Indonesia juga berupaya menciptakan vaksin corona.

Suharso yang juga menjabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP  ,menyampaian hal itu dalam acara Halal bi Halal virtual PPP, Sabtu (6/6/2020).

 "Vaksin memang sedang diusahakan di seluruh dunia termasuk Indonesia berupaya," kata Suharso.

Menurut Suharso, kebutuhan vaksin di dunia sangat luar biasa dan ditunggu-tunggu semua negara.

Jika nantinya vaksin ditemukan, dipastikan jumlahnya terbatas.

Karena itu, penting untuk Indonesia untuk mengembangkan vaksinnya sendiri.

"Kalau tidak (kembangkan vaksin sendiri), kita akan antre itu karena juga akan diperlukan oleh negara-negara pembuat," ujarnya.

Rekor Kasus Baru

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia yang tercatat pada Sabtu (6/5/2020) terus bertambah.

Bahkan angka kasus baru Covid-19 di Indonesia menembus rekor tertinggi harian dengan kenaikan sebanyak 993 kasus baru.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi persnya, melalui siaran YouTube Kompas TV.

Yuri, sapaannya mengatakan terdapat 993 kasus baru dari sebelumnya 29.521 kasus.

"Penambahan konfirmasi kasus positif 993 orang, total kasus menjadi 30.514," ujar Yuri, di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (6/5/2020) pukul 15.30 WIB.

Kabar baiknya, ada sejumlah 464 pasien yang berhasil sembuh.

Artinya jumlah pasien sembuh totalnya menjadi 9.907, dari pasien sebelumnya sebanyak 9.443 pasien.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto (Tangkap layar channel YouTube BNPB)

Baca: Peneliti AS: Tekan Respons Kekebalan Tubuh Awal Dapat Bantu Perangi Covid-19

Sementara, kasus kematian masih terus meningkat.

Kini, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona bertambah 31 kasus.

Sehingga total kasus kematian menjadi 1.801 kasus dari sebelumnya 1.770 kasus.

Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak.

Disusul dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, dalam setiap konferensi persnya, Yuri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung untuk mengedukasi agar tetap diam di rumah.

"Terima kasih atas upaya masyarakat agar patuh bukan untuk dirinya tetapi untuk bersama."

"Kita sama-sama membutuhkan kerja sama, untuk bersatu dan bersinergi agar covid-19 bisa diselesaikan bersama," ungkap Yuri.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan kegiatan dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19 di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test Covid-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Herudin
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19 di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test Covid-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). (Tribunnews/Herudin)

Pencegahan virus corona menurut WHO

Menurut WHO, Langkah-langkah perlindungan dari virus corona adalah tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19.

Hal tersebut tersedia di situs web WHO atau melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal.

Cara mencegah kemungkinan terinfeksi COVID-19 adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana seperti berikut ini:

1. Cuci tangan teratur

Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Alasannya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

2. Sosial distancing

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa saja yang batuk atau bersin.

Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.

Jika terlalu dekat, maka tetesan air bisa terhirup, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat terpapar virus.

Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

Pastikan orang-orang di sekitarmu, mengikuti 'kebersihan pernapasan' yang baik.

Ini berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.

4. Segera buang tisu bekas

Karena tetesan yang tertampung pada tisu bisa menyebarkan virus.

Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, maka bisa melindungi orang-orang di sekitarmu dari virus seperti flu dan COVID-19.

5. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat

Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah setempat.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan bisa dengan cepat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Ini juga akan melindungimu dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Ikuti perkembangan COVID-19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID-19 menyebar luas).

Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut terutama untuk orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung, atau paru-paru.

Karena memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena COVID-19 di salah satu area ini.

(Tribunnews.com/Umam/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kepala Bappenas: Indonesia Berupaya Ciptakan Vaksin Corona

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved