Breaking News:

Pandemi Covid-19, Arab Saudi Pertimbangkan Wacana Batasi Kuota Jemaah Haji Hanya 20 Persen

Dengan prosedur yang ketat, Arab Saudi mempertimbangkan untuk hanya mengizinkan hingga 20 persen dari kuota reguler jamaah haji masing-masing negara.

Tribun Batam/Candra P. Pusponegoro
ILUSTRASI -- Umat muslim sedang berdoa di depan Kakbah di Kota Mekkah, Arab Saudi, (7/6/2012) lalu. Sepanjang waktu, tempat ini selalu dibanjiri umat Islam dari seluruh dunia untuk mereka yang menunaikan ibadah umrah dan haji. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi global virus corona Covid-19 telah berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk pelaksanaan ibadah haji.

Mengingat penyelenggaraan ibadah haji diikuti ratusan ribu hingga jutaan umat Muslim setiap tahunnya, tentu akan sangat berisiko jika digelar seperti biasa di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Pemerintah Arab Saudi pun sedang mempertimbangkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dengan membatasi kuota untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Diketahui, total kasus Covid-19 di negara tersebut tembus pada angka 100 ribu.

Biasanya setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah mengunjungi tempat suci umat Islam di Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah Haji.

Data resmi menunjukkan ibadah Haji dan Umrah sedikitnya menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS tiap tahunnya bagi pendapatan kerajaan.

Data Virus Corona di Indonesia Selasa, 9 Juni 2020: Kasus Baru di Tiga Provinsi Lampaui Angka 180

Seputar Penyelenggaraan Umroh saat New Normal: Protokol Kesehatan hingga Kemungkinan Biaya Naik

Waktu Persiapan Tak Cukup, Indonesia Tetap Batalkan Haji 2020 Sekalipun Arab Saudi Ubah Kebijakan

Calon Jemaah Haji 2020 Ingin Tarik Kembali Setoran Pelunasan? Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Pada Maret lalu, Arab Saudi meminta umat muslim untuk menunda rencana ibadah haji dan menangguhkan ibadah umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dua sumber Reuters yang akrab dengan otoritas setempat, mengatakan Arab Saudi sedang mempertimbangkan kemungkinkan akan mengizinkan "hanya jumlah simbolis" untuk ibadah Haji tahun ini.

Meskipun demikian, tetap harus ada pembatasan termasuk larangan usia jemaah dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

"Dengan prosedur yang ketat, otoritas Arab Saudi mempertimbangkan untuk hanya mengizinkan hingga 20 persen dari kuota reguler jamaah haji masing-masing negara," kata seorang sumber kepada Reuters.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved