Breaking News:

Pesta Pernikahan di Semarang Digelar tanpa Protokol Kesehatan, Ibu Meninggal Dunia, Ayah Kritis

Gara-gara pernikahan yang melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) itu, satu per satu keluarga postif corona hingga ada yang meninggal

(Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)
ILUSTRASI update informasi tentang Covid-19 atau virus corona jenis baru. 

TRIBUNPALU.COM - Sebuah pesta pernikahan yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi tempat penyebaran virus corona Covid-19.

Sebab, proses dan pelaksanaan pesta pernikahan tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan dan melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Akibatnya, sejumlah kerabat dan anggota keluarga terinfeksi virus corona Covid-19, bahkan ada yang meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Pemkot Semarang, banyak di antara mereka yang rupanya terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan tracing.

Akhir Pekan Kemarin, 69 Turis asal Jakarta Reaktif saat Ikuti Rapid Test Covid-19 di Kawasan Puncak

5 Fakta Sosok PNS Pertama di Indonesia; Tak Diketahui Banyak Orang, Mengabdi sejak 1940

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Senin, 22 Juni 2020, Bona dan Kawan-kawannya: Putri Duyung Kecil

Berawal pesta pernikahan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengemukakan, peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Juni 2020.

Ada warga Semarang yang menggelar pesta pernikahan.

Namun, tutur Hendi, pernikahan itu dilakukan tak sesuai prosedur seharusnya di tengah pandemi Covid-19.

"Kejadian empat hari yang lalu ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang," kata dia, Sabtu (20/6/2020).

Satu per satu meninggal, ditemukan pula banyak kasus positif.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved