Breaking News:

Arab Saudi Gelar Ibadah Haji Terbatas: Hanya 1.000 Jemaah, Usia dan Kondisi Kesehatan Jadi Syarat

Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan hanya 1.000 jemaah yang diperbolehkan menjalankan ibadah haji tahun ini.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
KOMPAS/Agus Mulyadi
ILUSTRASI - Jemaah haji tengah melakukan tawaf, mengelilingi Kabah di area Masjidil Haram, Mekkah, pada musim haji 2012. 

"Kerajaan Arab Saudi sangat ingin memungkinkan semua umat Muslim dari negara mana pun untuk menjalankan ibadah Haji tetapi kondisi kesehatan global tahun ini membawa kita untuk membuat batasan," kata Benten.

Satu Keluarga di Bengkulu Terjangkit Covid-19: Orangtua Meninggal Dunia, Anak harus Isolasi Mandiri

Tara Basro dan Daniel Adnan Unggah Foto-foto Pernikahan Mereka

Mahfud MD Sebut Pemilu Saat Ini Jauh Berbeda dengan Masa Orba: Ini Harus Disyukuri

Sebelumnya Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi hanya mengumumkan ibadah Haji 2020 akan tetap digelar dengan jumlah "sangat terbatas".

Keputusan itu diambil karena ancaman dari pandemi virus corona dan untuk melindungi "kesehatan masyarakat global."

"Mengingat masih berlanjutnya pandemi dan risiko dari penyebaran virus corona di tempat-tempat yang ramai dan pertemuan besar, maka jumlah peziarah akan sangat terbatas dari berbagai negara yang sudah berada di Arab Saudi, akan mampu melaksanakannya," demikian pernyataan Kementerian Urusan Haji dan Umrah, seperti dilansir Arab News, Selasa (23/6/2020).

"Keputusan ini diambil untuk memastikan ibadah Haji dilakukan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan masyarakat sambil mengamati semua tindakan pencegahan dan protokol social distancing yang diperlukan."

Tahun lalu, lebih dari 1.800.000 jamaah datang ke Arab Saudi dari berbagai negara di seluruh dunia untuk menjalankan ibadah Haji.

Kementerian menegaskan, prioritas utama Arab Saudi adalah selalu memungkinkan jamaah dapat melakukan ibadah Haji dan Umrah dengan aman.

Dewan cendekiawan senior mendukung keputusan kerajaan Arab Saudi untuk membatasi jumlah jamaag dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Arab Saudi telah menangguhkan umrah sepanjang tahun ini, serta menutup Masjidil Haram di Mekah.

Kota Mekah juga berada di bawah jam malam yang ketat selama lebih dari dua bulan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved