152 TKA Asal China Masuk ke Sulawesi Tenggara, Bagaimana Penjelasan Pihak Imigrasi?

152 dari 500 TKA asal China telah mendarat di Kendari, Sulawesi Tenggara melalui Bandara Haluoleo pada pukul 20.30 WITA, Selasa (23/6/2020).

KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
Para TKA asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari dengan menggunakan pesawat carter pada Selasa (23/6/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Sebanyak 152 dari 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan didatangkan ke Tanah Air telah mendarat di Kendari, Sulawesi Tenggara melalui Bandara Haluoleo pada Selasa (23/6/2020), pukul 20.30 WITA.

Kedatangan 152 TKA asal China tersebut merupakan gelombang pertama.

Terkait kedatangan warga negara asing (WNA) sebagai TKA, pihak Imigrasi menjelaskan tidak berdiri sendiri.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang menerangkan, awal kedatangan warga negara asing (WNA) sebagai tenaga kerja adalah karena adanya permintaan dari pengguna TKA.

"Kemudian pengguna TKA akan mengajukan surat rekomendasi kepada kementerian terkait. Contoh, kalau WNA sebagai TKA, rekomendasi dari Kemenaker. Kalau datang sebagai dosen, maka rekomendasi dari Kemenristekdikti, dan sebagainya," jelas Arvin kepada Tribunnews.com, Jumat (26/6/2020).

Karena yang hendak datang adalah WNA sebagai TKA, maka pangkal rekomendasinya ada di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Jenazah Serma Rama Wahyudi Diautopsi di Uganda, Lama Prosesnya Diperkirakan Empat Hari

Warga Prabumulih Tarik Uang Rp6 Juta di Bank, Ternyata Kondisi Uang Rusak dan Tak Layak Edar

Ketika rekomendasi sudah ada, maka kata Arvin, akan diajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) kepada Kemenaker.

"Jika RPTKA sudah disetujui, maka secara sistem akan terhubung dengan sistem imigrasi dan imigrasi akan mendapat notifikasi untuk permohonan penerbitan visa," kata dia.

Arvin menuturkan, setiap permohonan yang masuk akan diverifikasi oleh petugas imigrasi, baik secara administrasi persyaratan maupun secara sistem imigrasi.

Hal itu untuk mengecek apakah WNA tersebut masuk daftar penangkalan atau tidak.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved