Breaking News:

Dubes RI untuk Turki: Salat Jumat di Turki Harus Pakai Masker, Khotbah Cuma Lima Menit

Duta besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, berbagi cerita mengenai aturan pelaksanaan ibadah salat Jumat pasca pelonggaran oleh pemerintah Turki.

Kompas.com/Moh. Nadlir
Duta besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, berbagi cerita mengenai aturan pelaksanaan ibadah salat Jumat pasca pelonggaran oleh pemerintah Turki. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, pelaksanaan salat jumat bagi umat Muslim pun mengalami sedikit penyesuaian.

Tak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain yang terjangkit virus corona, seperti Turki.

Duta besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, berbagi cerita mengenai aturan pelaksanaan ibadah salat Jumat pasca pelonggaran oleh pemerintah Turki.

Lalu mengatakan ibadah Salat Jumat mulai kembali dilakukan pada 29 Mei 2020, setelah sempat ditiadakan sejak 12 Maret silam.

Para jemaah yang melaksanakan ibadah Salat Jumat diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Semua orang harus memakai masker. Kita juga harus membawa sajadah sendiri, dan ada aturan social distancing di area masjid, tidak boleh berdekat-dekatan," ujar Lalu, dalam diskusi online 'Ibadah Jumat di Negara Sahabat', yang disiarkan channel YouTube BNPB, Sabtu (27/6/2020).

Kesembuhan Pasien Covid-19 Paling Kritis di Vietnam Jadi Sorotan, Perawat Akui Rasakan Tekanan Media

Berkenalan dengan Putri Parto Patrio di Rumah Maia Estianty, Dul Jaelani: Sudah Punya Pacar?

Meski Belum Ada KLB akibat Kontaminasi Bakteri, Masyarakat Diimbau Setop Konsumsi Jamur Enoki

Dia memaparkan Salat Jumat pun hanya boleh dilakukan di halaman masjid dan bukannya di dalam masjid.

Bahkan khotbah hanya dilakukan secara singkat, yakni lima menit. Hal tersebut membuat semua jemaah harus datang tepat waktu, karena jika terlambat maka tidak bisa mengikuti Salat Jumat yang singkat.

"Khotbah hanya 5 menit, jadi singkat sekali, kalau kita terlambat datang ya tidak bisa ikut salat," kata dia.

Selain itu, Lalu mengatakan ada polisi yang berjaga untuk mengingatkan para jemaah melaksanakan protokol kesehatan. Seperti tetap menjaga jarak dan mengimbau jemaah untuk segera bubar setelah Salat Jumat selesai.

"Tidak boleh salat sunnah di masjid. Semua orang diminta salat sunnah di rumah masing-masing," ungkapnya.

Adapun aturan protokol kesehatan tersebut, kata Lalu, diperuntukkan pelaksanaan Salat Jumat pada musim panas. Ketika musim dingin tiba pada akhir September, mungkin akan ada aturan yang berbeda di Turki.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dubes RI untuk Turki Ungkap Khotbah Salat Jumat di Turki Hanya Boleh 5 Menit
Penulis: Vincentius Jyestha

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved