Breaking News:

Pandemi Virus Corona, Guru Besar UI: Efek Polusi Udara Perparah Risiko Kematian akibat Covid-19

Polusi udara bisa berkontribusi terhadap penurunan sistem imunitas tubuh yang cenderung membuat mudah terpapar virus.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
ILUSTRASI -- Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. 

Data 2002-2009 menunjukkan PM2,5 di 3.080 kota/wilayah atau 98 persen populasi di Amerika Serikat.

Sebanyak 15 persen mereka yang terpapar PM2,5 jangka panjang lebih mungkin meninggal dunia karena Covid-19.

Kemudian, 12 persen kematian akibat Covid-19 di Italia terjadi di daerah tinggi polusi udara sedangkan di seluruh Italia secara keseluruhan sebesar 4,5 persen.

Masih di wilayah Eropa tingkat pencemar udara setelah Italia, Prancis, Spanyol dan Jerman, tingkat kematian 83 persen juga disebabkan efek polusi udara.

"Polusi udara meningkatkan angka kematian yang tinggi. European Public Health Alliance menyatakan polusi udara mengurangi peluang seseorang bertahan hidup dari wabah corona," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Guru Besar UI: Efek Polusi Udara Bisa Memperparah Risiko Kematian di Tengah Pandemi
Penulis: Reynas Abdila

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved