Breaking News:

Rolling Stones Ancam Trump dengan Tuntutan Hukum Jika Lagunya Masih Dipakai untuk Kampanye

Rolling Stones mengambil langkah tegas untuk mencegah Presiden Donald Trump menggunakan lagu-lagunya saat kampanye.

Kompas.com/AFP/SAUL LOEB
Presiden AS, Donald Trump 

TRIBUNPALU.COM - Untuk mencegah Presiden Donald Trump menggunakan lagu-lagunya saat kampanye, band legenderis Rolling Stones mengambil langkah tegas.

Band asal Inggris itu memberi peringatan secara resmi setelah pihak Trump mengabaikan peringatan sebelumnya.

Rolling Stones mengumumkan bahwa tim hukum dan organisasi performing rights BMI telah mengirim surat resmi kepada tim kampanye Trump.

Dalam surat itu, ada peringatan yang menyatakan jika tetap menggunakan lagu band tersebut, pihak Trump akan menghadapi tuntutan hukum.

Penasihat Presiden AS Donald Trump Sebut Virus Corona adalah Buatan China

Donald Trump: Jika Tes Dihentikan, Angka Kasus Infeksi Covid-19 di Amerika Serikat Cuma Sedikit

Terekam Minum Air Pakai 2 Tangan dan Langkah Lambat, Kondisi Trump Jadi Sorotan

“Atas nama Rolling Stones BMI sudah memperingatkan tim kampanye Trump bahwa penggunaan tanpa izin lagu mereka dinyatakan melanggar hak cipta,” kata pihak Rolling Stones, Sabtu (26/6/2020).

“Jika Donald Trump mengabaikan itu, dia akan menghadapi tuntutan hukum karena melanggar embargo dan memutar musik tanpa izin,” lanjut juru bicara Rolling Stones.

Rolling Stones sudah pernah memperingatkan pihak Trump tentang penggunaan lagu-lagunya.

Ketika itu Trump memutar lagu “You Can’t Always Get What You Want” pada sebuah kampanye pada pemilihan presiden 2016.

Band tersebut langsung mengeluarkan pernyataan resmi melalui Twitter bahwa mereka tidak pernah mendukung Donald Trump dan kampanye itu menggunakan lagu tersebut tanpa izin.

Namun lagu itu kembali diputar pada kampanye di Tulsa, Oklahoma, pada 20 Juni lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagunya Dipakai Kampanye Trump, Rolling Stones Ancam dengan Tuntutan Hukum", 

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved