Kisah Loper Koran di Bogor: Penjualan Terus Menurun, Berharap Masyarakat Bisa Kembali Baca Koran

Karena banyaknya pembaca yang menggunakan smartphone membuat penjualan sang loper koran terus menurun.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Seorang loper koran di Kota Bogor bernama Maman. 

TRIBUNPALU.COM - Setiap profesi, pasti memiliki suka dan duka tersendiri, tak terkecuali pekerjaan sebagai loper koran.

Terlebih, di masa di mana kehidupan didominasi oleh gawai dan ponsel pintar, tentu loper koran menghadapi tantangan tersendiri.

Seperti apa yang dialami oleh seorang loper koran di Kota Bogor bernama Maman (55).

Menekuni profesi sebagai loper koran sejak tahun 1995, banyak cerita yang dimiliki Maman.

Mulai dari masa tingginya penjualan koran hingga menurunnya angka penjualan.

Maman bercerita bahwa pada sekitar tahun 90-an hingga tahun 2000 penjualan koran masih terbilang cukup baik.

Namun ketika gawai dan smartphone mulai populer pada tahun 2010, perlahan penjualan koran terus menurun.

Bahkan, Maman teringat pada suatu anekdot tentang penjual koran dan pembeli.

Tanggapan Duta Besar Rusia soal Kim Jong Un yang Dikabarkan Tidak Sehat

Ancaman Jokowi akan Reshuffle Kabinet, Pengamat Politik: Kalau Mau, Ganti Menkes Itu dari Dulu-dulu

Presiden Jokowi Ingatkan Pemda Tak Perlu Paksakan Penerapan New Normal: Kalau Naik Ya Tutup Lagi

Seorang loper koran di Kota Bogor bernama Maman.
Seorang loper koran di Kota Bogor bernama Maman. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Ada cerita, dan saya juga ngalamin. Kalau dulu, tukang koran yang dikejar pembeli, tapi sekarang penjual koran yang ngejar pembeli," ujarnya sembari tersenyum saat ditemui di kawaaan Jalan Sudirman depan Rumah Sakit Salak, Selasa (30/6/2020),

Maman bercerita di masa tingginya penjualan koran dirinya biasa membawa sekitar 400 sampai 700 eksemplar koran dari berbagai surat kabar.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved