Presiden Jokowi Ingatkan Pemda Tak Perlu Paksakan Penerapan New Normal: Kalau Naik Ya Tutup Lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk tidak memaksakan penerapan new normal di daerahnya.

Instagram.com/sekretariat.kabinet/
Potret Presiden Joko Widodo saat memberikan Keterangan Pers mengenai Perkembangan Penanganan dan Pencegahan Wabah Virus Korona (Covid-19) 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk tidak memaksakan penerapan new normal di daerahnya.

Terlebih apabila penerapan tersebut tidak melalui tahapan yang benar.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa untuk menerapkan new normal perlu mempertimbangkan data sains dan saran dari para ilmuwan.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi melalui cuitan di akun Twitter pribadinya:

"Pemerintah daerah tidak perlu memaksakan penerapan new normal tanpa melalui tahapan yang benar. Gunakan data sains dan saran para ilmuwan sebagai pertimbangan.

Kalau belum waktunya, jangan dipaksakan. Kalau diterapkan, monitor dan evaluasi. Kalau keadaannya naik, ya tutup lagi," tulis Presiden Jokowi.

Nilai Ada yang Salah dalam Strategi Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah, Ahli Ingatkan Hal Ini

Sebaran Covid-19 Indonesia Selasa 30 Juni 2020: Ada 190 Kasus Baru, 394 Pasien Sembuh di DKI Jakarta

Daftar Sebaran Covid-19 di Indonesia

Pemerintah telah memperbarui data pasien positif virus corona pada konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (30/6/2020) pukul 15.30 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto mengatakan pada hari ini terjadi penambahan kasus, baik yang positif, dinyatakan sembuh, maupun meninggal dunia.

Berdasarkan laporan data tersebut, tercatat adanya 1.293 kasus baru.

Halaman
1234
Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved