Breaking News:

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Semakin Meningkat, Donald Trump Tambah Murka pada China

Pada Selasa (30/6/2020) waktu AS, Donald Trump mengatakan dirinya semakin marah terhadap China karena penyebaran virus corona Covid-19.

Kompas.com/AFP/SAUL LOEB
Presiden AS, Donald Trump 

Di sisi lain, China menyebut pemerintahan Donald Trump telah mempolitisasi pandemi sebagai pengalihan isu dari cara mereka menangani wabah.

Hingga Rabu (1/7/2020) hari ini, Amerika Serikat pun masih tercatat sebagai negara dengan angka kasus kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.

Kenaikan kasus baru dan bertambahnya pasien yang harus dirawat di rumah sakit juga telah meredam harapan wabah Covid-19 dan dampak ekonominya telah berlalu.

Hal ini memicu kritik terhadap Donald Trump yang ingin dirinya terpilih kembali pada pemilu 3 November 2020 mendatang.

Rival politik Donald Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan bahwa kesalahan manajemen administrasi sang presiden dalam menangani pandemi mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang dan menimbulkan hantaman keras terhadap perekonomian Amerika Serikat.

"It didn’t have to be this way. Donald Trump failed us. (Tidak seharusnya seperti ini. Donald Trump telah gagal)," kata mantan wakil presiden AS berusia 77 tahun tersebut dalam sebuah pidato di Delaware.

Dalam pidato tersebut pula, Joe Biden menyampaikan rencananya untuk menangani pandemi Covid-19 jika terpilih.

Yakni, dengan cara mengadakan lebih banyak tes dan mempekerjakan 100.000 pelacak kontak (contract tracer).

(TribunPalu.com/Rizki A.)

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved