Breaking News:

Menteri Pendidikan Inggris Sebut Masuk Sekolah akan Kembali Diwajibkan, yang Melanggar Bakal Didenda

Menteri Pendidikan Inggris, Gavin Williamson, mengatakan masuk sekolah mungkin akan kembali "diwajibkan".

AFP
ILUSTRASI sekolah di tengah pandemi virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM  - Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan Inggris, Gavin Williamson, mengatakan masuk sekolah mungkin akan kembali "diwajibkan" dan bagi keluarga yang tidak mematuhinya mungkin akan mendapat denda.

Kecuali jika orang tua anak tersebut memilik "alasan yang bagus" untuk tidak mengirim anaknya masuk sekolah. Seperti contoh daerah yang memiliki banyak kasus positif Covid-19 sehingga harus dikarantina wilayah.

Rencananya, siswa kembali diwajibkan masuk pada musim gugur atau September tahun ini. Hal-hal teknis dan terperinci mengenai hal tersebut akan ditetapkan pada pekan ini.

2 Hari setelah Menikah, Pengantin Pria Meninggal, 95 Tamu Positif Covid-19

Update Virus Corona Global Rabu, 1 Juli 2020: 5,3 Juta Pasien Telah Dinyatakan Sembuh

Gavin juga menambahkan pada saat sekolah para siswa tidak perlu menerapkan physical distancing seperti yang diterapkan pada pub.

Namun, keputusan tersebut ditentang oleh para kepala sekolah dan perkumpulan guru. Mereka berpendapat agar Williamson tak buru-buru memutuskan hukuman denda bagi para orang tua murid.

Daripada memberikan denda, hubungan antara sekolah dan orang tua murid mestinya dibangun ulang atas dasar kepercayaan antara keduanya.

Ketua Partai Buruh Sir Keir Starmer menuduh pemerintah tak becus dalam membuka kembali sekolah. Starmer menambahkan bahwa keputusan tersebut juga "kurang perencanaan".

Gavin beralasan "Jika Anda bisa membangun rumah sakit di Nightingale --sebuah hal baik yang dilakukan-- maka Anda juga bisa membuat ruang kelas sementara. And bisa mengambil alih perpustakaan atau [gedung] pusat kegiatan warga," ujarnya dikutip Metro.

Diselamatkan setelah Terombang-ambing di Laut, Hasil Tes 99 Pengungsi Rohingya Negatif Covid-19

Sebagian anak-anak mulai kembali ke sekolah mulai Juni. Namun sebagai fase pembukaan kembali, pemerintah mengonfirmasi bahwa orang tua yang kurang merasa aman tidak dikenakan denda.

Data terakhir dari pemerintah menunjukkan 34 persen dari seluruh anak berusia 6 tahun pada 18 Juni sudah masuk kembali ke sekolah, naik sekitar 26 persen dari 11 Juni.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan fakta bahwa masih banyak anak yang belum kembali ke sekolah merupakan sumber "frustasi yang mendalam" baginya.

Dia menambahkan bahwa para guru dan dewan harus lebih "keras dan jelas" mengatakan bahwa bersekolah sudah aman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Inggris, Siswa yang Tidak Masuk Sekolah Bakal Didenda", 
Penulis : Danur Lambang Pristiandaru
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved