Breaking News:

China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan; Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina Marah

Sejumlah negara merasa marah saat mengetahui China mengadakan latihan militer di Laut China Selatan.

southasianvoices.org
ILUSTRASI kapal militer China. 

TRIBUNPALU.COM - Sejumlah negara merasa marah saat mengetahui China mengadakan latihan militer di Laut China Selatan.

Yakni, Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mereka pada Kamis (2/7/2020) terkait aksi China yang mengadakan latihan militer di Laut China Selatan.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, langkah itu akan semakin mengguncang situasi di perairan yang disengketakan.

"Melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan kontraproduktif dengan upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip Reuters.

Jika AS dan China Berperang di Laut China Selatan, Indonesia Berpotensi Terkena Dampaknya

Anak dan Istri Hilmi Aminuddin Positif Covid-19, 41 Keluarga dan Pegawai Jalani Tes Swab

Sebaran Covid-19 Indonesia Jumat 3 Juli 2020: 5 Provinsi Laporkan Lebih dari 100 Kasus Baru Hari Ini

Ratusan Gajah Ditemukan Mati secara Misterius, Pemerintah Bostwana Lakukan Investigasi

Daniel Mananta Ungkap Alasan Kenapa Selalu Sembunyikan Anak dan Istri dari Media

Pada pekan lalu, China mengumumkan bahwa mereka telah merencanakan latihan selama lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan China.

"Latihan militer adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan RRC untuk menegaskan klaim-klaim maritim yang melanggar hukum dan merugikan tetangga-tetangga Asia Tenggara di Laut China Selatan," kata pernyataan itu, merujuk pada Republik Rakyat Tiongkok.

Amerika Serikat menuduh China melakukan militerisasi Laut China Selatan dan berusaha mengintimidasi tetangga-tetangga Asia yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang luas.

China mengklaim 90% dari Laut China Selatan yang berpotensi kaya energi.

Akan tetapi, baik Brunei Darussalam , Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim sebagian wilayah tersebut, di mana sekitar US$ 3 triliun perdagangan melewati wilayah ini setiap tahunnya.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved