Breaking News:

Dapat Bantuan Rumah Layak Huni TMMD 108 KONKEP, Nenek Wahabisi: Terima Kasih, Saya Disayang Tentara

Dengan bahasa Indonesia yang sederhana, nenek Wahabisi mengungkapkan rasa terimakasih kepada satgas TMMD ke-108 Kodim 1417/Kendari.

Penrem 143/HO
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1417/Kendari di Kabupaten Konawe Kepulauan. 

TRIBUNPALU.COM - Bagi nenek Wahabisi, hadirnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1417/Kendari memberi arti tersendiri

Nenek Wahabisi adalah salah satu anggota masyarakat yang menjadi sasaran dalam pembangunan rumah layak huni di Desa Matabaho, Konawe Kepulauan.

Rumah yang ditinggali nenek Wahabisi saat ini telah dibongkar dan dalam proses pembangunan rumah baru yang layak huni.

Selama proses pembangunan rumah layak huni, nenek Wahabisi tinggal di pondok sementara yang dibuat oleh Satgas TMMD di Desa Matabaho, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Nenek yang berusia 70 tahun ini tinggal di pondok sementara bersama ketiga anaknya.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1417/Kendari di Kabupaten Konawe Kepulauan.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1417/Kendari di Kabupaten Konawe Kepulauan. (Penrem 143/HO)

Dokter: Penelitian Eucalyptus sebagai Antivirus Corona Covid-19 Masih Jauh

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Senin, 6 Juli 2020: Satu WNI Positif di Bangladesh

Jadi Menhan, Ini Total Harta Kekayaan Prabowo Subianto, Mobil Termahal Jeep dengan Harga Rp 500 Juta

Pelaku Pembakar Mobil Mengaku sebagai Fans, Via Vallen: Jangan Mentang-mentang Fans Bisa Seenaknya

Saat ditemui di pondok sementara pada Minggu (05/7/2020), senyum bahagia terpancar dari wajah nenek Wabahisi.

Dengan bahasa Indonesia yang sederhana, ia mengungkapkan rasa terimakasih kepada satgas TMMD.

“Terima kasih karena saya disayang sama Tentara dan pemerintah daerah sehingga saya dibuatkan rumah untuk tinggal,” ungkap nenek Wahabisi.

Terdapat banyak suka dan duka yang dilaluinya bersama keluarga, di rumah yang telah ditinggali nenek Wabahisi dalam kurun waktu 30 tahun tersebut.

Sementara itu, rumah layak huni sudah dalam proses pembangunan yang nantinya akan ditinggali oleh keluarga sang nenek untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan keluarganya.

“Walau harus tinggal di gubuk yang sekarang kami sekeluarga tapi kami sangat bahagia karena nantinya kami punya rumah baru,” kata nenek Wabahisi. (*)

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved