Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter, Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi

Penanganan virus corona baru atau Covid-19 di Kabupaten Pamekasan tak berjalan mulus.

Shutterstock
Virus Corona 

TRIBUNPALU.COM - Penanganan virus corona baru atau Covid-19 di Kabupaten Pamekasan tak berjalan mulus.

Tudingan dokter dan tenaga medis mendapatkan keuntungan besar dari penanganan kasus virus corona baru atau Covid-19 tersebar di tengah masyarakat.

Hal ini membuat banyak masyarakat yang menolak disebut terpapar virus corona baru, meski telah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab.

Ketua Satgas Penanganan Pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat menjelaskan, tudingan itu berdampak kepada penanganan pasien di rumah sakit.

Menurutnya, terdapat beberapa pasien positif Covid-19 menolak diisolasi di rumah sakit.

Pasien dan keluarga tetap menolak meski telah ditunjukkan hasil tes swab yang menyatakan positif Covid-19.

Bahkan, pasien langsung marah saat dinyatakan positif Covid-19. Mereka mengatakan virus corona adalah proyek dokter untuk meraup keuntungan.

"Kami dimarahi kalau memvonis pasien corona. Mereka juga menolak untuk isolasi karena corona dianggap proyek untuk memperkaya dokter," kata Syaiful kepada Kompas.com, Senin (6/7/2020).

PSSI Kaji Aturan Kehadiran Suporter saat Pandemi,Wajib Bawa Hand Sanitizer hingga Surat Bebas Corona

Kritisi Kalung Antivirus Corona, Komisi IX DPR: Perlu Kajian Mendalam dan Libatkan Ahli Virologi

Pakar: Eucalyptus Baru Bisa Diklaim Jadi Antivirus Corona Jika Sudah Ada Uji Klinis pada SARS-CoV-2

Prihatin dengan tudingan itu

Menurut Syaiful, tudingan seperti itu terus disebarkan melalui media sosial secara masif dan berantai.

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved