Wabah Covid-19, Pakar Epidemiologi Sebut Kawasan Industri Rentan Jadi Pusat Penularan Virus Corona

Jika ada kasus Covid-19 di kawasan industri yang tak diketahui waktu infeksinya, lanjut Miko, pabrik tersebut harus ditutup untuk disterilisasi.

CFLD International
ILUSTRASI kawasan industri (industrial park) - Tangerang New Industrial City. 

TRIBUNPALU.COM - Penyebaran wabah virus corona Covid-19 di Indonesia semakin meluas.

Beberapa tempat disebut rawan terjadi penularan virus corona yang bernama ilmiah SARS-CoV-2 tersebut.

Satu di antaranya adalah kawasan industri, seperti yang dikatakan oleh pakar epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono.

Alasan Miko, banyak orang yang beraktivitas dalam waktu yang sama di kawasan tersebut.

"Iya, pastinya kalau ada kerumunan pasti ada penularan," ujar Miko saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Meskipun demikian, Miko berujar, potensi penularan Covid-19 di kawasan industri mestinya dapat lebih dikendalikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Mahathir Muhammad Berulangtahun ke-95, Ini Deretan Ucapan dari Kawan hingga Lawan Politiknya

Penunjukan Menhan untuk Garap Lumbung Pangan Nasional, Gerindra: Jokowi Percaya Kapasitas Prabowo

Alat Rapid Test Buatan Dalam Negeri Harganya Hanya Rp 75.000, Apa Bedanya dengan Produk Impor?

Imbauan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 2020: Kotak Infaq Berjalan Ditiadakan, Khotbah Dipersingkat

Setiap karyawan yang akan bekerja diperiksa suhu tubuhnya. Karyawan yang sedang batuk atau demam dilarang bekerja.

"Cuma masalahnya kalau gejalanya ringan, tidak terdeteksi dengan thermo gun karena demamnya tidak tinggi, itu jadi masalah," kata dia.

Jika ada kasus Covid-19 di kawasan industri yang tak diketahui waktu infeksinya, lanjut Miko, pabrik tersebut harus ditutup untuk disterilisasi.

Namun, penutupan pabrik tak membutuhkan waktu lama.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved