Breaking News:

Di Depan Jokowi, Butet Kartaredjasa Keceplosan Ngomong Kasar: Karena Nggak Canggung, Ngelantur Aja

Akui tidak canggung dan ingin suasana santai, Butet Kartaredjasa mengaku sempat keceplosan berbicara kasar saat berhadapan dengan Presiden Jokowi.

Instagram @masbutet
Akui tidak canggung dan ingin suasana santai, Butet Kartaredjasa mengaku sempat keceplosan berbicara kasar saat berhadapan dengan Presiden Jokowi. 

Udah lama nggak dapet job monolog garingan, eh kemarin siang ditimbali Pak Jokowi.

Mendengarkan apa yang beliau gelisahkan, pikirkan, solusi dan harapan2 penyelesaian wabah pandemi Covid19.

Dan kemudian, mumpung duduk berseberangan satu meter di hadapan orang nomer satu yang menentukan kebijakan negeri ini, saya terpaksa monolog garingan.

Tanpa skenario. Njeplak sebisanya, mengalirkan pikiran.

Pertama saya yakinkan kepada presiden, manusia-seni itu banyak ragam dan jenisnya.

Bukan hanya model seniman yang kali ini hadir di istana, yang kebanyakan artis2 populer yang wajahnya kerap nongol di televisi.

Banyak seniman yang tidak mengharuskan wajahnya dikenal dan terkenal, misalnya seniman perupa, sastrawan, seniman2 tradisional, penari, pemain instrumen musik, kru supporting pertunjukan seni, penulis kreatif dll.

Semuanya ini juga perlu disapa dan ditolong.

Negara juga harus hadir kepada manusia2 seni yang sedang dan akan terkapar dihajar wabah pandemi.

Pasti banyak cara dan strategi mewujudkan keinginan presiden, sebagai bentuk nyata kehadiran negara.

Cara pragmatis jangka pendek, maupun jangka panjang mengingat kita sama2 nggak tahu kapan pandemi ini berakhir.

Saya sih cuma menceritakan ikhtiar kecil, bagaimana membangun basis ekonomi ke sektor riel.

Bercocok tanam. Tanpa meninggalkan aktivitas seni kreatif, bersama beberapa seniman mulai menanam singkong-gembong, lemon, anggur, empon2, sayur mayur, ceplukan, terong, cabe dll.

Apakah semua ini akan berhasil? Ya ndak tahu.

Lha wong namanya juga usaha. Lha trus, di mana negara akan hadir dan berperan?

Di sinilah sejumlah pe-er sengaja saya tinggalkan kepada para menteri terkait.

Semoga orang2 muda kreatif, tangkas, punya ide2 ‘out of the box’, dan kebetulan sedang punya kuasa jadi pembantu presiden, bisa segera menjawabnya dengan kebijakan dan tindakan kongkret menyelamatkan manusia2-seni se Indonesia.

Lalu, berakhirlah monolog garingan saya. Selesai ngomyang, ning ra bayaran. Konsisten nir income. Uasuwoook," tulis @masbutet.

Alami Serangan Jantung di Pementasan, Kondisi Butet Kertaradjasa Membaik pasca Pasang 4 Ring Jantung

Sebelum bertemu Jokowi, Butet Kartaredjasa kedapatan melayangkan keluhannya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama.

Ia meminta Wishnutama untuk turut memperhatikan pekerja seni yang terdampak secara finansial di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut Butet Kartaredjasa sampaikan dalam akun Twitter pribadinya, @masbutet pada Sabtu (9/5/2020).

"Pak @wishnutama; Bantu pekerja seni, panggung & event selama pandemi Covid-19. Banyak dari kami kehilangan penghasil. #UntukPekerjaSeni," tulis @masbutet.

Ia juga membagikan sebuah tautan dukungan secara daring dalam platform Change.org, agar warganet membantu menandantangani petisi yang telah dibuat oleh Joko Nugroho.

Dalam petisi itu, Joko Nugroho mewakili rekan seprofesinya yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan dan pemasukan.

Dalam sebuah petisi tersebut, ia menceritakan bagaimana kondisi perekonomian pekerja seni akibat wabah virus corona.

"Sejak pandemi Covid-19, pekerjaan kami terpaksa berhenti. Adanya aturan physical distancing dan PSBB otomatis membuat setiap aktivitas panggung dan event dilarang," tulis Joko Nugroho.

Ia mengatakan, dalam satu acara terdapat beberapa pekerjaan yang menggantung perekonomiannya di sana.

Butet Kertaradjasa Sebut Mendiang Djaduk Ferianto Meninggal di Pangkuan Istri

Misalnya seperti kru dekorasi, kru panggung, rigging, kru tenda, katering, lighting engineer, sound engineer, penyanyi, pemain band, event organizer, dan yang lainnya.

"Pemerintah sudah mencanangkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk kelompok miskin terdampak Covid-19. Tapi apakah profesi kami sudah masuk penerima bantuan langsung? Setahu saya tidak," lanjutnya.

Oleh karenanya, Joko Nugroho juga mendorong Wishnutama agar menaruh perhatian lebih kepada profesi yang terlibat di dalam sebuah acara.

"Sebagai seseorang yang pernah berkecimpung di dunia balik panggung dan pertelevisian lebih dari 20 tahun, saya yakin Bapak Wishnutama akan sangat memahami suka duka pekerja panggung, event, dan seni," ungkap Joko Nugroho.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya, Kompas.com/Baharudin Al Farisi)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved