Breaking News:

virus corona

Tantangan Terbesar dalam Pengembangan Vaksin Covid-19: Imunitas dari Antibodi yang Cepat Melemah

"Artinya, terlalu mengandalkan vaksin saja (untuk mengontrol pandemi) bukanlah hal yang bijak," kata Stephen Griffin, guru besar di Leeds University.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. Pembuatan dan pengembangan vaksin virus corona jenis baru penyebab penyakit Covid-19 menghadapi tantangan yang besar. 

Dia bersama pakar imunologi dan vaksin lainnya juga mengatakan, melemahnya imunitas dalam kasus alami infeksi Covid-19 tidak akan selalu sama dengan respon imun yang dihasilkan dari vaksin.

"Jika bisa, kita bisa berimprovisasi pada alam," kata Jeffrey melalui wawancara telepon.

"Dengan vaksin, tentunya, kita tidak akan langsung menginfeksi orang dengan virus, melainkan kita menghadirkan protein luaran yang dihasilkan oleh vektor yang berbeda, atau dibuat di laboratorium dan disuntikkan ke lengan... jadi tujuan idealnya adalah untuk melakukan hal yang lebih baik ketimbang infeksi itu sendiri, dengan membuat imunitas vaksin lebih kuat daripada yang alami," terangnya.

Di sisi lain, Stephen Griffin mengatakan, satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah ketika vaksin yang ampuh berhasil dikembangkan, otoritas yang berwenang harus menyertakan injeksi pendorong bagi jutaan orang dalam interval waktu yang teratur.

Atau, bisa juga dengan mengombinasikan dua atau lebih tipe vaksin untuk setiap orang agar dapat menghasilkan potensi perlindungan terbaik.

Namun, praktiknya, hal ini juga mendapat tantangan yang besar.

"Memberikan satu dosis vaksin saja kepada seluruh populasi manusia di dunia bukanlah hal yang sederhana, apalagi memberikan dosis lebih banyak daripada itu," pungkas Stephen.

(TribunPalu.com/Rizki A.)

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved