Breaking News:

Dampak Mewabahnya Covid-19, Angka Kemiskinan di Indonesia Diprediksi Meningkat hingga 920.000 Jiwa

Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk Indonesia Economic Prospects memprediksi, pandemi corona bisa menambah tingkat kemiskinan Indonesia.

Sanovra/TribunTimur.com
ILUSTRASI - Sejumlah pengemis dan pemulung mengais rezeki di Jl Hertasning, Makassar, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk Indonesia Economic Prospects memprediksi, pandemi corona (Covid-19) bisa menambah tingkat kemiskinan Indonesia menjadi 8,2% sampai dengan 9%.

"Meskipun semua langkah dukungan sosial dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah secara merata dan tepat sasaran, tetapi di bawah skenario berat masih akan ada tambahan sekitar 920.000 rumah tangga miskin baru sebagai akibat dari adanya penurunan pendapatan dan jumlah pekerja," demikian dikutip dalam laporan Bank Dunia, Minggu (19/7).

Menurut Bank Dunia, paket perlindungan sosial yang diberikan pemerintah memang berfungsi memberikan bantalan ekonomi, terutama untuk mengompensasi kerugian pendapatan akibat Covid-19.

Update Corona Global, Minggu 19 Juli 2020, Siang: Angka Kematian Covid-19 Dunia Capai 604 Ribu Orang

Satu Pengasuh hingga 35 Orang Positif Covid-19, Pondok Pesantren di Wonogiri Jadi Klaster Corona

Namun, mitigasi pemerintah terhadap banyaknya potensi masyarakat yang kehilangan pekerjaan tetaplah terbatas. Apabila guncangan ekonomi menjadi lebih parah, maka perlindungan sosial secara penuh tidak akan dapat sepenuhnya mengompensasi kerugian kesejahteraan di antara masyarakat berumur di bawah 40 tahun.

Selain itu, langkah-langkah mitigasi terbatas terhadap para pekerja juga tidak memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap potensi mereka untuk kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Dengan mempertimbangkan stimulus yang diberikan pemerintah di tahun ini, Bank Dunia memperkirakan sebanyak 40% dari penduduk miskin baru ini akan menjadi pengangguran atau pensiunan.

Diikuti oleh seperempatnya yang akan bekerja dengan mengandalkan sektor pertanian dan 21% lainnya bekerja pada sektor pelayanan tradisional. Adapun sektor pekerjaan yang masuk ke dalam kategori ini seperti pedagang grosir dan eceran, transportasi dan pergudangan, akomodasi dan restoran dan layanan lainnya.

Polisi di Chile Kerahkan Anjing Terlatih untuk Deteksi Pasien Virus Corona Covid-19

Amerika Serikat Jadi Episenter Covid-19, Donald Trump Bersumpah Tak Akan Wajibkan Warga Pakai Masker

Sementara itu, masyarakat yang berada di garis kemiskinan bahkan sebelum adanya pandemi mayoritas akan bekerja pada sektor pertanian dan pelayanan tradisional. Sektor pelayanan tradisional diperkirakan menjadi sektor yang paling menderita dan kehilangan banyak pekerja akibat pandemi ini.

"Bahkan jika semua langkah dukungan telah diberikan oleh pemerintah, banyak masyarakat miskin baru yang akan berada di daerah pedesaan nonmetropolitan. Artinya, kondisi ini akan semakin memperparah banyaknya tingkat kemiskinan di daerah pedesaan," tulis laporan Bank Dunia.

Artikel ini tekah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Akibat pandemi corona, masyarakat miskin berpotensi bertambah 920.000 jiwa"

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved