Breaking News:

Jika Pulau Jawa Gagal Kendalikan Covid-19, Bamsoet: Tanda Ekonomi Nasional Hadapi Masalah Serius

Bamsoet ingatkan seluruh aparatur pemerintah daerah di Pulau Jawa dapat bekerja ekstra.

Istimewa
Bambang Soesatyo saat konferensi pers di Gedung BNPB pada Kamis (2/4/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Mewabahnya pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan pada perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan, agar seluruh aparatur pemerintah daerah di Pulau Jawa dapat bekerja ekstra untuk memastikan seluruh masyarakat mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah dirancang pemerintah.

Sebab, bila kasus Covid-19 di Pulau Jawa terus melonjak, hal itu akan berdampak pada pelambatan ekonomi yang akan berjalan lebih lama.

"Kalau kota-kota  di Jawa terus bergulat dan gagal menurunkan angka penularan Covid-19, itu menjadi penanda sangat jelas bahwa perekonomian nasional sedang menghadapi masalah teramat serius. Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal kedua ini akan tumbuh minus 4,3 persen," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7/2020).

Tulis Lagu dari Curhatan SBY untuk Ani Yudhoyono, Anji: Saya akan Presentasikan Hasilnya Langsung

Nagita Slavina Berlinang Air Mata Nonton Lagu 12 Tahun Terindah BCL, Raffi Ahmad Semangati Unge

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada akhir 2019 lalu, Pulau Jawa masih menjadi mesin utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi Pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) yaitu mencapai 59 persen.

Oleh karena itu, ia menambahkan, cepat lambatnya kondisi perekonomian nasional pulih turut ditentukan pada berhasil atau tidaknya kepala daerah di Pulau Jawa dalam menekan laju pertumbuhan Covid-19.

"Memasuki pekan ketiga Juli 2020 ini, tampak begitu nyata bahwa upaya pemulihan masih sulit untuk dimulai," ujarnya.

Tutorial Membuat Video Tiktok Wipe It Down Challenge, Ini Link Download Lagunya dan Cara Editnya

Ramalan Zodiak Keuangan, Senin 20 Juli 2020: Aquarius Perbaiki Situasi yang Buruk Selagi Masih Bisa

"Hingga akhir pekan lalu, DKI Jakarta bersama Jawa Tengah dan Jawa Timur terus mencatatkan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Konsekuensinya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun terus diperpanjang," imbuh Bamsoet.

Ia menuturkan, peningkatan kasus baru Covid-19 serta perpanjangan periode PSBB memberikan dampak psikologis yang besar bagi masyarakat.

Lesty Kejora Karena Nangis Dipelukan Ibu Rizki DAcademy, Putri Iis Dahlia Beri Sindiran Menohok

Banyak kalangan, termasuk pebisnis dan pedagang, ragu-ragu untuk memulai lagi kegiatan usaha mereka.

Akibatnya, ada jutaan pekerja yang belum bisa kembali bekerja karena banyak pemilik perusahaan tak mau mengambil risiko dari pandemi sekarang ini.

"Karenanya, para kepala daerah harus melihat persoalannya dengan lebih komprehensif. Setiap kebijakan atau langkah harus terfokus pada dua target," kata Bamsoet.

"Pertama, upaya menurunkan angka penularan Covid-29. Kedua adalah upaya pemulihan ekonomi di daerahya masing-masing," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bamsoet: Pemulihan Ekonomi Sulit Jika Pulau Jawa Gagal Kendalikan Covid-19", 
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Dani Prabowo

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved