Breaking News:

Bagaimana Hukumnya Berkurban dari Hasil Arisan? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait hukum berkurban dalam bentuk arisan.

Editor: Lita Andari Susanti
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI sapi hewan kurban. 

TRIBUNPALU.COM - Hari Raya Idul Adha 2020 atau 10 Zulhijjah 1441 H akan segera tiba.

Pada momen Hari Raya Idul Adha, berkurban menjadi salah satu ibadah diantara amalan-amalan yang dilaksanakan.

Seorang jemaah bertanya, apa hukum kurban dalam bentuk arisan?

Menjawab hal itu Ustaz Abdul Somad (UAS) mencontohkan dalam satu kelompok arisan terdiri dari enam orang.

Setiap orang diharuskan membayar arisan Rp 2,5 juta.

Jelang Idul Adha 2020: Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiah, dan Puasa Arafah

Daftar Harga Hewan Kurban Idul Adha: Cek Harga Sapi, Kambing hingga Domba, Kambing Mulai 1,5 Jutaan

Setelah digoncang, siapa yang keluar namanya dia yang kurban tahun ini.
Begitu diguncang, keluar nama C. Maka dialah yang berkurban tahun ini. Sementara yang lain membayar," kata UAS.

"Maka sesungguhnya si C ini sedang berutang kepada teman arisan lain," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Pertanyaannya, bolehkah kurban ngutang?

"Jadi jelas bahwa pertama, akad dia adalah akad utang. Ridho semua peserta ini. Akan dibayar selama enam tahun"

"Jika ada yang mati, maka ahli waris yang akan menerima," katanya.

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Penetapan Idul Adha Digelar Selasa, Siapkan 84 Titik Pemantauan Hilal

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved