Breaking News:

Dua Komentator Bola di China Dipecat Usai Bercanda Soal Pemain yang Alami Covid-19

"Kelihatannya (Bassogog) tidak akan kembali," kata Guo sambil tertawa. "Terima kasih Covid-19," timpal Wang dalam video itu.

Weibo via South China Morning Post
Guo Yifei dan Wang Peng, dua komentator yang bertugas untuk Dalian TV ketika menyampaikan permintaan maaf di Douyin. Keduanya dipecat setelah berkomentar berterima kasih kepada Covid-19 karena telah menginfeksi pemain dari klub rival. Insiden itu terjadi ketika Dalian Pro bentrok melawan Henan Jianye di Chinese Super League. 

TRIBUNPALU.COM - Dua orang komentator bola di China dilaporkan dipecat, setelah bergembira karena Covid-19 menginfeksi pemain dari klub rival.

peristiwa itu terjadi ketika keduanya mengomentari jalannya pertandingan Chinese Super League antara Dalian Pro dan Henan Jianye, Jumat (31/7/2020).

Guo Yifei, komentator olahraga untuk Dalian TV, awalnya mengunggah video di platform Douyin bersama mantan pesepak bola Wang Peng.

Dalam video yang kemudian dihapus itu, mereka bercanda soal absennya striker utama Henan Jianye asal Kamerun, Christian Bassogog, dalam laga.

Bassogog diketahui mendapatkan perawatan di rumah sakit kota Guangzhou. Sebabnya, bomber 24 tahun itu positif terinfeksi Covid-19.

Update Kasus Virus Corona di Sulteng per Selasa, 4 Agustus 2020: Tambahan Pasien Sembuh di Poso

Update Corona Global Selasa 4 Agustus: Kasus di Dunia 18,4 Juta, Indonesia Total Ada 115 Ribu Kasus

"Kelihatannya (Bassogog) tidak akan kembali," kata Guo sambil tertawa. "Terima kasih Covid-19," timpal Wang dalam video itu.

Dilansir SCMP Senin (3/8/2020), rekaman tersebut langsung viral di platform lain seperti Weibo, dan ditonton lebih dari 30 juta kali.

Adapun komentar itu tak ditayangkan dengan Dalian TV mengumumkan Guo dipecat dari pekerjaannya, dengan Wang tak akan diundang lagi.

Dalam rilis resminya, pihak televisi menyatakan bahwa komentar itu sudah tentu akan menyakiti Bassogog, Henan Jianye, maupun penggemar sepak bola di Henan.

"Terutama di tengah perjuangan untuk mengatasi virus corona, lelucon seperti ini jelas tidak bisa diterima," jelas kanal televisi.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved