Breaking News:

Di Amerika, Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Ketiga setelah Penyakit Jantung dan Kanker

Kini, virus SARS-CoV-2 penyebab sakit Covid-19 tercatat menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Amerika Serikat.

Enrique Ortiz / AFP
ILUSTRASI -- Seorang pria (R) yang mengenakan masker sedang menunggu jenazah kerabatnya di sebelah seorang pekerja kesehatan di luar rumah sakit di Guayaquil, Ekuador pada 1 April 2020. 

TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 terus merebak di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki kasus infeksi dan kematian tertinggi akibat pandemi tersebut.

Hingga Selasa (18/8/2020) sore, situs worldometers.info mencatat 5.612.067 juta kasus infeksi Covid-19 di Amerika Serikat, dengan angka kasus kematian mencapai 173.716.

Kini, virus SARS-CoV-2 penyebab sakit Covid-19 tercatat menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Amerika Serikat.

Posisi Covid-19 sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di negara ini terjadi hanya delapan bulan sejak virus itu terdeteksi di AS, dikutip dari The Hill

Adapun di depan virus corona ada gangguan jantung dan kanker yang menjadi penyebab kematian di AS, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

"COVID sekarang menjadi penyebab kematian nomor tiga di AS sebelum kecelakaan, cedera, penyakit paru-paru, diabetes, alzheimer dan banyak penyebab lainnya," kata Thomas Frieden, mantan direktur CDC kepada CNN, Senin (17/8/2020).

ITS Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Dosen Tetap Non-PNS, Simak Syarat dan Cara Pendaftarannya

Buntut Kasus IDI Kacung WHO, Penyidik Polda Bali Periksa 2 Personel Superman Is Dead

Lafaz Allah di Tengah Hutan Tertangkap Citra Satelit Google dan Jadi Viral, di Mana Lokasinya?

(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 7 Mei 2020. Kampus Universitas Georgetown terlihat hampir kosong karena kelas dibatalkan karena pandemi coronavirus, di Washington, DC. Amerika Serikat mengatakan pada 6 Juli tidak akan mengizinkan siswa asing untuk tetap di negara itu jika semua kelas mereka dipindahkan secara online pada musim gugur karena krisis coronavirus.
(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 7 Mei 2020. Kampus Universitas Georgetown terlihat hampir kosong karena kelas dibatalkan karena pandemi coronavirus, di Washington, DC. Amerika Serikat mengatakan pada 6 Juli tidak akan mengizinkan siswa asing untuk tetap di negara itu jika semua kelas mereka dipindahkan secara online pada musim gugur karena krisis coronavirus. (SAUL LOEB / AFP)

Pada Senin lalu, AS mencatat lebih dari 5,4 juta kasus infeksi Covid-19.

Virus ini telah membunuh sekira 170.434 orang di sana, sebagaimana dicatat Universitas John Hopkins.

Selama tiga minggu terakhir, Negeri Paman Sam mencatat rata-rata 1.000 kematian akibat Covid-19 per-harinya, menurut laporan New York Times.

Lebih lanjut Friden mengatakan bahwa angka kematian di AS terkait corona lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved