Paus Fransiskus Ingatkan Negara-negara Kaya Agar Tak Menimbun Vaksin Virus Corona
Paus Fransiskus mengatakan seharusnya negara- negara kaya tidak menimbun vaksin virus corona.
TRIBUNPALU.COM - Paus Fransiskus mengatakan seharusnya negara- negara kaya tidak hanya menimbun vaksin virus corona dan hanya memberikan dana talangan kepada perusahaan yang berkomitmen untuk menjaga lingkungan.
Ia mengatakan seharusnya negara kaya dapat membantu untuk yang paling membutuhkan dan untuk "kebaikan bersama".
“Sangat menyedihkan, jika orang kaya diberi prioritas untuk vaksin Covid-19,” katanya pada audiensi umum mingguannya, pada Rabu (19/8/2020), seperti yang dilansir dari 7 News pada Rabu (19/8/2020).
• Pandemi COVID-19: Malaysia Berencana Gratiskan Vaksin untuk Seluruh Warga
• Strain Virus Corona D614G Disebut 10 Kali Lebih Menular, Bisa Berdampak pada Pengembangan Vaksin
"Akan menyedihkan, jika vaksin menjadi milik bangsa ini atau itu saja, jika tidak universal dan untuk semua orang," ujarnya.
Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengatakan pada Selasa (18/8/2020) bahwa negara mana pun yang menimbun kemungkinan vaksin Covid-19 dengan mengecualikan yang lain, justru akan memperdalam dampak pandemi virus corona.
Nasionalisme vaksin
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan tentang adanya gagasan "nasionalisme vaksin", dengan mendesak negara-negara untuk bergabung dengan pakta global tentang vaksin Covid-19.
WHO memberi batas waktu hingga 31 Agustus untuk berbagi calon vaksin dari berbagai negara didaftarkan, termasuk negara berkembang.
Lebih dari 150 vaksin virus corona sedang dalam pengembangan, sekitar puluhan vaksin dalam penelitian manusia, dan beberapa sedang dalam uji coba tahap akhir.
Paus Fransiskus juga mengatakan akan menjadi "skandal" jika pemerintah membagikan uang jaminan terkait pandemi hanya kepada industri tertentu.
Dia mengatakan, kriteria perusahaan untuk menerima bantuan publik haruslah jika mereka, “berkontribusi pada inklusi orang-orang yang biasanya tersisih (dari masyarakat), membantu yang paling membutuhkan, untuk kebaikan bersama dan untuk merawat lingkungan”.
Secara global saat ini, ada lebih dari 21,9 juta orang dilaporkan telah terinfeksi oleh virus corona dan 772.647 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.
“Pandemi adalah krisis dan seseorang tidak pernah keluar dari krisis kembali seperti sebelumnya,” kata Paus Fransiskus.
Kemudian, ia menambahkan, “Apakah kita menuju lebih baik, atau lebih buruk. Kita harus melangkah ke yang lebih baik untuk mengatasi ketidakadilan sosial dan degradasi lingkungan.”
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Meminta Negara Kaya Tidak Menimbun Vaksin Covid-19",
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/vaksin-covid-19.jpg)