Breaking News:

Jika Wabah Covid-19 Belum Berakhir, Kemenag Kembali Batalkan Pemberangkatan Haji 2021

Kemenag akan kembali melakukan pembatalan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi pada tahun depan apabila wabah Covid-19 belum mereda

tribun timur/muhammad abdiwan
FOTO ILUSTRASI - Calon jamaah haji menaiki pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (1/9/2014). Sebanyak 455 jamaah calon haji asal Kota Makassar dan Soppeng yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Hasanuddin Makassar diterbangkan menuju Jeddah, Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji. 

TRIBUNPALU.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan tiga skema pemberangkatan jemaah haji tahun 2021.

Salah satunya, Kemenag kembali melakukan pembatalan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi pada tahun depan apabila wabah virus corona (Covid-19) tak kunjung mereda.

"Jika wabah Covid-19 masih tinggi dan belum dapat tertangani, ada kemungkinan terjadi lagi pembatalan pemberangkatan jemaah haji," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Nizar Ali mengutip keterangan resminya di situs Kemenag, Selasa (25/8/2020).

Meski demikian, Nizar menyatakan skema pembatalan keberangkatan haji tersebut masih terus dimatangkan. Salah satu pertimbangannya, Kemenag masih melihat perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Arab Saudi dan secara global pada umumnya.

Selain skema pembatalan, Nizar turut menyiapkan skema seluruh jemaah yang batal diberangkatkan haji pada tahun ini akan diberangkatkan pada tahun 2021.

Kenang Ibadah Haji 2018 Bersama AHY, Annisa Pohan: Aku dan Imamku, Dunia dan Akhirat

Penyelenggaraan Haji 2020 Dinilai Sukses, Arab Saudi Bersiap Gelar Umroh

Ibadah Haji 2020 Telah Berakhir, Jemaah Diminta Jalani Isolasi Mandiri Selama 7 Hari

Tentunya, kondisi ini membutuhkan syarat virus corona sudah tidak ada atau kondisi berangsur normal dan kuota haji juga kembali normal.

"Untuk jemaah yang awalnya berangkat tahun 2021, akan mundur tahun berikutnya. Kecuali, jika tahun depan Indonesia mendapatkan tambahan kuota," ujar Nizar.

Lalu skema terakhir, dijalankan dengan asumsi kasus Covid-19 masih tinggi. Menurut Nizar, ada kondisi pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan atau pengurangan kuota jemaah haji karena Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

Apabila diasumsikan kuota haji akan berkurang 50 persen dari kuota saat ini, kata Nizar, akan ada jemaah tahun 2020 mundur kembali jadwal keberangkatannya.

Hal ini akan berakibat pada daftar tunggu haji yang semakin panjang.

Kisah Penggali Kubur: Bekerja 24 Jam, Makamkan 1.500 Jenazah sejak Awal Pandemi Covid-19

Lama Tak Masuk Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Tujuh Siswa MTs dan MA di Lombok Pilih Menikah

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved