Breaking News:

Peneliti UI Sebut Harga Rokok saat Ini Kurang Mahal: Masih Terjangkau Oleh Anak-anak

Peneliti PJKS UI menyatakan, harga rokok sekarang kurang mahal, sehingga anak-anak masih bisa membeli.

Editor: Lita Andari Susanti
www.kompas.com
Ilustrasi rokok 

TRIBUNPALU.COM - Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) menyatakan, harga rokok sekarang kurang mahal, sehingga anak-anak masih bisa membeli.

PJKS UI Renny Nurhasana mengatakan, masalah rokok bagi anak-anak ini bukan hanya satu sektor saja dari orang tua yang perokok, tapi ternyata sampai ke generasi berikutnya.

"Kami sampai pada prakteknya adalah kita tahu harga rokok itu murah, dari Rp 20 ribu, Rp 25 ribu. Itu masih terjangkau oleh anak-anak," ujarnya dalam webinar, Sabtu (5/9/2020).

Isyana Sarasvati Ungkap Kebiasaan Buruk sang Suami, Baru Tahu setelah Menikah

Daftar Harga Hp Oppo Terbaru September, Intip Harga dan Spesifikasi Seri Terbaru, Oppo F17 & F17 Pro

"Jadi, misalnya harga rokok itu murah, ternyata perokok anak kita naik. Itu yang memunculkan ide bagi kelompok di PKJS UI, memang ternyata rokok murah ini mendorong konsumsi rokok yang naik untuk anak-anak," kata Renny.

Selain harga rokok murah, dia menambahkan, faktor lain yang mempengaruhi anak-anak untuk merokok adalah dari temannya meski tidak sekuat dari faktor harganya.

Pemkab Sidoarjo Beri Hukuman Berdoa di Makam Korban Covid-19 Bagi Pelanggar PSBB

"Dari faktor harga dan efek teman sebaya, secara statistik itu berpengaruh terhadap seorang anak untuk merokok. Jadi, artinya harga menjadi suatu faktor yang sangat utama, harga yang murah akan mendorong peluang anak untuk merokok anak itu semakin meningkat," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peneliti UI: Harga Rokok Sekarang Kurang Mahal, Anak-anak Masih Bisa Membeli, 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved