Breaking News:

Fadli Zon Usul Provinsi Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau, Ungkap 4 Alasan Ini

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon mengusulkan agar Provinsi Sumatera Barat diganti nama menjadi Provinsi Minangkabau.

Penulis: Lita Andari Susanti | Editor: Imam Saputro
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon 

Terutama jika dilihar dari demografis, 88,35 persen masyarakat yang hidup di Sumbar merupakan etnis Minangkabau.

"Meskipun lahir di tanah Jawa, sebagai keturunan Minang sy setuju usulan penggantian nama tsb. Nama “Minangkabau” memang jauh lebih tepat dipakai jika ditinjau dari sisi sejarah dan kebudayaan," ujarnya.

Lantas Fadli Zon menguraikan beberapa alasan utama mengapa Minangkabau pantas untuk menggantikan nama Sumatera Barat.

Alasan pertama Nama Minangkabau lebih mewakili identitas, kebudayaan kesejahteraan masyarakat.

"Pertama, nama Minangkabau lebih mewakili identitas, kebudayaan, serta kesejarahan masyarakat yg ada di Sumatera Barat. Jadi, bobot nama “Minangkabau” jauh lebih besar dibanding nama “Sumatera Barat”," paparnya.

Kedua kareana daerah Minangkabau memiliki posisi dan pengaruh politik istimewa terhadap sejarah pembentukan Indonesia.

Fachrul Razi Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking, Fadli Zon: Ini Diganti Saja

"Kedua, daerah Minangkabau punya posisi dan pengaruh politik istimewa terhadap sejarah pembentukan Republik Indonesia. Salah seorang penggagas “Republik” tahun 1925 adalah orang Minang yaitu Tan Malaka," sambungnya.

Ketiga banyak orang Minangkabau yang ikt andil dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.

"Ketiga, besarnya kiprah orang Minangkabau dalam sejarah Republik. Secara demografis, jumlah etnis Minangkabau di Indonesia hanya berkisar sekitar 3 persen dari total jumlah penduduk. Namun, peran orang Minangkabau dalam sejarah Indonesia jauh lebih besar dari itu," tulisnya.

Dan keempat, rakyat Minangkabau memliki sumbangan besar terhadap pembentukan bahasa persatuan.

"Keempat, orang Minangkabau punya sumbangan besar terhadap pembentukan bahasa persatuan. Apa yang hari ini kita sebut sbg sastra Indonesia, yg telah memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia, pada awal abad ke-20 didominasi oleh orang-orang Minang," pungkasnya.

(TribunPalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved