Breaking News:

Terkini Daerah

Kecewa karena Dimaki-maki, AKP Agus Ajukan Pensiun Dini: Tak Kuat Lagi Jadi Bawahan Kapolres Blitar

Kronologi perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri dengan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani. Bermula dari makian hingga mengundurkan diri.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Lita Andari Susanti
SURYA/Shamsul Hadi/Syamsul Arifin
AKBP Ahmad Fanani dan AKP Agus Tri - Kronologi perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri dengan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani. Bermula dari makian hingga mengundurkan diri. 

Agus Tri pun mengalami tekanan psikis.

Sebagai kapolres, lanjut Agus Tri, Ahmad Fanani tidak memberikan arahan apapun kepada bawahannya.

Namun jika ada pekerjaan yang menurutnya kurang berkenan, Kapolres tidak membina anggotanya.

Tapi justru memberi makian dan mengancam akan mencopotnya.

"Mohon maaf kadang sampai nyebut binatang, umpatan. Terakhir sama saya nggak seberapa. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain.

Sebenarnya kan kalau sudah salah ya sudah dibina. Ini dimaki terus-terusan. Kadang main copot-copot," lanjutnya.

Amien Rais Umumkan Partai Barunya, Bernama Partai Ummat, Simak Fakta Menarik Deklarasi Partai Ummat

Sementara versi Ahmad Fanani mengungkapkan alasan teguran yang dilayangkan kepada Agus Tri.

Ahmad Fanani menegur Agus Tri berkaitan dengan kedisiplinan anggota.

Kapolres Ahmad Fanani mendapati ada anggota Sabhara Polres Blitar yang rambutnya panjang.

Menurutnya, anggota Sabhara yang rambutnya panjang dan berpakaian dinas tidak etis dipandang masyarakat.

"Saya bisa menjelaskan, yang bersangkutan (Agus Tri) baru pertama saya tegur berkaitan dengan disiplin anggota. Ada anggota Sabhara punya rambut panjang. Tidak etis dilihat karena pakai baju dinas," kata Kapolres, Kamis (1/10/2020).

Kapolres mengatakan mengetahui ada anggota Sabhara berambut panjang saat menggelar Operasi Yustisi.

Begitu melihat ada anggota Sabhara berambut panjang, Kapolres langsung menegur Kasat Sabhara.

Ini Daftar Pelanggan PLN yang Tarif Listriknya Turun pada Bulan Oktober-Desember 2020

"Yang bersangkutan (Agus Tri) tidak terima (ditegur). Sehingga pada pelaksanaan Operasi Yustisi besoknya, dia tidak melaksanakan kegiatan tersebut. Lalu, Senin-nya yang bersangkutan tidak masuk dinas sampai hari ini. Padahal yang bersangkutan adalah selaku Kasatgas Preventif Covid-19," ujar Kapolres Ahmad Fanani.

Menurutnya, teguran itu sebenarnya meminta Kasat Sabhara memperingatkan anggotanya yang berambut panjang.

"Saya bilang, sebagai pemimpin, seharusnya (Kasat Sabhara) menegur anggota, jangan anggota rambutnya panjang seperti bencong," ujarnya.

(TribunPalu.com, Kompas.com/Achmad Faizal, Surya.co.id)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved