Breaking News:

Ingin Tepis Hoaks Jadi Alasan Ridwan Kamil Putuskan untuk Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil berharap, dengan mendaftarkan diri sebagai relawan vaksin Covid-19, dia bisa menepis berita bohong yang berkembang di masyarakat.

TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, setelah disuntik vaksin Covid-19 dalam rangkaian uji klinis vaksin dari Cina di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan alasan dirinya memutuskan menjadi relawan vaksin virus corona.

Ia mengatakan, semua berawal dari berita bohong atau hoaks seputar vaksin Covid-19.

Maka dari itu, pria yang akrab disapa Emil ini mendaftarkan diri sebagai relawan vaksin Covid-19.

Ridwan Kamil berharap, dengan mendaftarkan diri sebagai relawan, dia bisa menepis berita bohong yang berkembang di masyarakat.

Hal itu disampaikan Emil ini saat wawancara dengan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

"Sebelum saya jadi relawan, banyak hoaks, berita bohong. Bahwa vaksin ini tidak halal, justru menimbulkan tubuh, vaksin ini jualan dari Tiongkok, dibisniskan, pokoknya membuat orang antipatif, ditambahkan tuh nggak ada pemimpin yang mau jadi relawan. Berarti rakyat dikorbankan, rakyat jadi kelinci percobaan. Gara-gara itulah saya, Kapolda (Jabar), Pangdam (Siliwangi) daftar jadi relawan," kata Emil.

China Akhirnya Bergabung dengan COVAX untuk Skema Distribusi Vaksin Covid-19 Global

Ridwan Kamil Unggah Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja, Annisa Pohan Beri Pertanyaan Ini

Cerita Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Usai Suntik Calon Vaksin Covid-19: Mudah-mudahan Tidak Ngantuk

Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya.
Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. (HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP)

Setelah terjun menjadi relawan dan disuntikkan vaksin, Emil mengaku tidak ada dampak medis yang ia rasakan.

Sehingga, masyarakat bisa percaya bahwa vaksin Covid-19 sedang diuji coba secara baik dan hati-hati.

"Intinya nggak ada dampak medis. Dengan saya divaksin, saya jadi saksi utama. 'Pak Gub berhasil nggak? Berhasil. Saya ikut disuntik, ini buktinya'. Kalau gagal, saya bilang 'kurang berhasil'. Itulah pentingnya saya ikut itu, bukan katanya-katanya," ungkap Emil.

"Nggak ada masalah. Biasanya kalau vaksin itu demam tapi tidak lama, tapi bengkak-bengkak. Dua-duanya saya nggak ada," jelasnya.

Tanggapi Polemik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tak Ada Pemerintah yang Mau Sengsarakan Rakyatnya

Viral Ibu-ibu Berdaster Jemput Anak di Tengah Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ternyata Gara-gara HP

Disebut oleh Jokowi, Apa Arti dan Manfaat Bank Tanah yang Dimuat dalam UU Cipta Kerja?

Ke depan, Emil mengungkapkan tantangan yang akan dihadapi setelah vaksin berhasil adalah jumlah tenaga medis untuk memvaksinasi rakyat Indonesia.

Maka itu, ia memberikan usul kepada Presiden Jokowi agar TNI-Polri turut dilatih terkait vaksinasi Covid-19.

"Makanya saya titip ke Pak Jokowi, 'pak kalau boleh dilatih TNI-Polri supaya bantu dokter menyuntik vaksin'. Tanpa itu, kita terlalu lama sehingga baru 2022 normal baru kita, kalau bisa dikompres 3 bulan, insyaallah 2021 bisa lebih baik dibanding tahun ini," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tepis Hoaks Soal Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Jadi Relawan, Ini yang Dirasakannya Usai Divaksin
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved