Breaking News:

Jokowi: Saya Melihat Aksi Penolakan UU Cipta Kerja Dilaterbelakangi Disinformasi dan Hoaks

Terkait aksi unjuk rasa dan berbagai tuntutan yang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat suara.

Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNPALU.COM - Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR RI melalui rapat paripurna Senin (5/10/2020) lalu.

Pengesahan UU Cipta Kerja ini pun menuai polemik dengan berbagai aksi penolakan.

Ribuan buruh, mahasiswa, dan pelajar, turun ke jalanan dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara nasional pada Kamis (8/10/2020).

Mereka menolak pengesahan UU Cipta Kerja dan mendesak mendesak supaya pemerintah untuk membatalkan Undang-Undang sapu jagat tersebut.

Ada pula yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

Penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja itu terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Jakarta, massa dalam jumlah besar bahkan memaksa mendekati Istana untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun, petugas kepolisian menyekat massa di beberapa titik sehingga aksi unjuk rasa tak bisa digelar di dekat Istana.

Selain buruh dan mahasiswa, penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja itu juga disampaikan oleh kalangan akademisi hingga ormas besar.

Seperti, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved