Breaking News:

Pria yang Berontak Saat Razia Protokol Kesehatan di Surabaya Ungkap Alasannya Menolak Dibawa Petugas

Subandi mengaku berat untuk meninggalkan pekerjaannya lantaran ada banyak orang yang harus ia hidupi.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tangkapan layar pria pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Surabaya yang menolak dibawa petugas, Sabtu (10/10/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Seorang pria sempat terekam video terjaring razia lantaran tidak memakai masker, dirinya pun terlihat menolak dibawa petugas.

Pria bernama Subandi (38) itu pun membeberkan alasannya.

Subandi mengaku berat untuk meninggalkan pekerjaannya lantaran ada banyak orang yang harus ia hidupi.

"Saya enggak mau karena berat ke kerjaan," kata dia saat ditemui di rumahnya, Senin (12/10/2020) malam.

Pria asal Pandeglang, Banten itu merupakan tulang punggung keluarganya.

Dia hidup bersama istri dan anaknya di kawasan Jojoran, Surabaya.

Baca juga: Di Posisi Ke-7, Utang Indonesia Tembus Rp 5.940 Triliun, Staf Khusus Menkeu: Masih Aman dan Terjaga

Baca juga: Protes Penangkapan Petinggi KAMI, Gatot Nurmantyo Sebut Polri Bertindak Represif

Baca juga: Tak Hanya Kurangi Penyebaran Covid-19, IMF Sebut Lockdown Juga Efektif untuk Pulihkan Ekonomi

Baca juga: Ada Aksi Anarkis Tolak UU Cipta Kerja, Sekjen PDI P: Ada Yang Tak Sabar Nunggu Pilpres 2024

Selain itu, dia juga menghidupi lima anak yatim yang juga tinggal bersamanya.

Hal itulah yang membuatnya enggan diangkut petugas untuk tes swab.

"Nolaknya karena berat ke kerjaan, apalagi kerja ke orang," ujarnya.

Dia mengaku, saat itu ia memang sedang menurunkan maskernya. Kondisi depo tempatnya bekerja sedang sepi.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved