Breaking News:

Pandemi Covid-19, Matahari Department Store Tutup 7 Gerai Besar dan Mengalami Kerugian Rp 617 Miliar

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar sepanjang Januari-September 2020.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
MDS via Kontan.co.id
ILUSTRASI salah satu gerai Matahari Department Store. Di Tanah Air, toko ritel Matahari Department Store, Tbk (LPPF) kini menutup seluruh gerai secara nasional selama 14 hari sebagai upaya physical distancing cegah penularan virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 menghantam sejumlah perusahaan besar, satu di antaranya perusahaan ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Tahun ini, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar sepanjang Januari-September 2020.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat (23/10/2020), di kuartal III-2020, penjualan kotor Matahari tercatat sebesar Rp 1,927 triliun.

Angka penjualan ini anjlok hingga 41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Turunnya angka penjualan kotor perusahaan masih lebih baik ketimbang di kuartal II-2020 yang mencatatkan penurunan penjualan hingga 83,2 persen lantaran banyak toko yang harus ditutup di awal pandemi Covid-19.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari, Terry O'Connor mengungkapkan, Matahari mulai pulih secara stabil pada Juli, Agustus, dan hingga pertengahan September.

Ketika pada tanggal 14 September, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diimplementasikan kembali di Jakarta dan adanya pembatasan operasional di lokasi lainnya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Indonesia 24 Oktober: Catat 4.070 Kasus Baru, Total Ada 63.556 Kasus Aktif

Baca juga: Donald Trump Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Ini Janji Joe Biden Jika Menang Pilpres AS

Baca juga: Tuai Kritikan, Video Klip Kasih Dengarkanlah Aku - Via Vallen Akhirnya Resmi Di-Take-Down

Hal ini menyebabkan anak usaha Grup Lippo itu menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja pada kuartal tersebut.

Untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan menjalankan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa, yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2 persen pada kuartal ketiga dan 29,3 persen pada periode Januari sampai dengan September.

"Semua rencana pemulihan kami berjalan sesuai rencana, namun peningkatan kunjungan ke gerai kami tertahan oleh PSBB pada September 2020. Gerai kami terus menjunjung tinggi 5 Komitmen Matahari, dan tetap melayani pelanggan dengan baik dengan protokol kesehatan yang ketat," kata O'Connor.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved