Breaking News:

Tuding Ada Kecurangan, Donald Trump Mendadak Minta Proses Penghitungan Suara Dihentikan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya menyerang upaya penghitungan suara yang sah dalam pernyataan dari Gedung Putih, Rabu (4/11/2020).

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump saat berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNPALU.COM - Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 berlangsung sengit.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya menyerang upaya penghitungan suara yang sah dalam pernyataan dari Gedung Putih Rabu (4/11/2020) pagi.

Trump menuding telah terjadi kecurangan dan meminta penghitungan suara dihentikan.

Seruan Trump yang menunjukkan upaya untuk menghitung semua surat suara sama dengan mencabut hak para pendukungnya.

"Jutaan dan jutaan orang memilih kami," kata Trump di East Room seperti dilansir CNN.

"Sekelompok orang yang sangat sedih sedang mencoba untuk mencabut hak kelompok orang itu," tambahnya.

Baca juga: Indonesia Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Jokowi akan Kunjungi Markas IOC di Swiss

Ucapan Trump dipenuhi dengan pernyataan yang menyesatkan dan kepalsuan langsung serta merupakan serangan terhadap proses demokrasi di negara adidaya tersebut.

Trump bersikeras bahwa negara bagian tempat berlangsungnya penghitungan suara saat ini menunjukkan dia yang memimpin harus dimenangkan, meskipun suara yang beredar belum dihitung.

Trump mengatakan bahwa dia bersiap untuk mengumumkan kemenangan pada malam sebelumnya.

"Kami bersiap-siap untuk perayaan besar. Kami memenangkan segalanya. Dan tiba-tiba itu dibatalkan," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved