Breaking News:

Langgar Aturan yang Ditetapkan Selama New Normal, Fiersa Besari Kena Blacklist TN Gunung Rinjani

Fiersa Besari masuk dalam daftar blacklist TN Gunung Rinjani karena melanggar aturan yang telah ditetapkan untuk pendakian selama new normal.

Instagram/fiersabesari
Fiersa Besari. 

TRIBUNPALU.COM - Fiersa Besari masuk dalam daftar blacklist Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) karena melanggar aturan yang telah ditetapkan untuk pendakian selama new normal.

“Dia lakukan pendakian yang gak penuhi aturan yang berlaku. Dia double booking, artinya pendakian bukan hanya 2 hari 1 malam tapi 4 hari 3 malam,” kata Kepala Balai TNGR Dedy Asriady kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Dia menjelaskan, seluruh pendakian di Indonesia kuotanya dibatasi hanya 30 persen oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga: Rupiah Menguat di Level Rp 14.300 per Dollar AS pada Jumat Pagi

Baca juga: Jawaban Tema 4 Kelas 4 SD Halaman 90 91 Buku Tematik Subtema 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Baik itu pendakian di Gunung Rinjani, Gunung Semeru, atau Gunung Gede Pangrango, Dedy menuturkan bahwa pendakian dibatasi hanya boleh dua hari satu malam saja.

Bagi yang melanggar ketentuan mendaki selama new normal, termasuk melebihi waktu pendakian, tidak check out, dan membuang sampah sembarangan, maka akan dikenakan sanksi.

“Kena blacklist dua tahun, langsung berlaku saat dia melanggar aturan. Sudah waktunya semua destinasi pendakian mulai berbenah,” ujar Dedy.

Double booking oleh Fiersa Besari

Sebelumnya, Fiersa diketahui melanggar aturan pendakian dengan melakukan pemesanan dua kali yakni pada 11-12 dan 13-14 Oktober 2020.

Melalui unggahannya di Instagram pada Selasa (3/11/2020), Fiersa menjelaskan bahwa pihaknya melakukan hal tersebut lantaran anggota timnya memiliki pekerjaan mendadak.

“Saya takutnya dia engga bisa pulang sesuai tanggal yang sudah kami tentukan untuk berangkat ke Rinjani, akhirnya saya melakukan double booking,” ungkap Fiersa dalam video tersebut.

Dia melanjutkan, pihaknya pun akhirnya berangkat menuju TNGR pada 10 Oktober. Namun selama pendakian, pihaknya terjebak angin kencang.

Baca juga: Update Peta Risiko Sulteng, 5 Daerah Sudah Masuk Zona Kuning, Sisanya Masih Oranye

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved