Breaking News:

Kabar Buruk Bagi Trump, Permintaan untuk Hentikan Penghitungan Suara Ditolak Hakim

Hakim federal menolak permintaan darurat dari tim kampanye Presiden Trump untuk menghentikan penghitungan suara di Philadelphia.

Editor: Lita Andari Susanti
Kompas.com/AFP/SAUL LOEB
Presiden AS, Donald Trump 

TRIBUNPALU.COM - Calon petahana Donald Trump harus gigit jari. Hakim federal menolak permintaan darurat dari tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan penghitungan suara di Philadelphia.

Trump meminta penghentian penghitungan suara dengan alasan perwakilan tim kampanye Trump dan Partai Republik tidak diizinkan melihat proses pemungutan suara.

Tim kampanye tersebut mengatakan pejabat pemilihan "dengan sengaja menolak untuk mengizinkan perwakilan dan pengamat jajak pendapat untuk Presiden Trump dan Partai Republik". Gugatan itu diajukan ke pengadilan federal di Philadelphia.

"Seperti yang dinyatakan dalam sidang perintah darurat hari ini, sehubungan dengan kesepakatan para pihak, mosi penggugat ditolak," kata Hakim Distrik AS Paul Diamond dalam perintah satu kalimat pada Kamis malam.

Pengadilan banding negara bagian memutuskan pada hari sebelumnya bahwa lebih banyak pengamat dari Partai Republik dapat memasuki gedung di Philadelphia tempat petugas pemungutan suara menghitung surat suara.

Baca juga: Pilpres AS 2020: Raih 238 Suara dan Ungguli Donald Trump, Joe Biden Menang di Daerah-daerah Ini

Trump telah berulang kali mengatakan tanpa bukti bahwa pemungutan suara rentan terhadap penipuan, meskipun para ahli pemilu mengatakan itu jarang terjadi dalam pemilihan AS.

Tim Kampanye Trump juga kalah dalam putusan pengadilan di negara bagian Georgia dan Michigan yang diperebutkan dengan ketat pada hari Kamis.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Donald Trump gigit jari, permintaan untuk hentikan penghitungan suara ditolak hakim"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved