Breaking News:

BNPB Harapkan Pemprov Sulteng Tegas Terapkan Zona Merah Kawasan Rawan Bencana

Doni berharap agar pemetaan wilayah yang masuk dalam zona merah dapat mematuhi aturan untuk tidak mendirikan bangunan maupun kegiatan dan aktivitas la

Penulis: Imam Saputro | Editor: Imam Saputro
TRIBUNPALU.COM/Abdul Humul Faaiz
Kondisi terkini 9 bulan pasca likuifaksi di kawasan Perumnas Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/7/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz) 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan peninjauan rumah relokasi dan hunian tetap di Tondo, Selasa 10 November 2020.

Pada kesempatan tersebut, Doni Monardo meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar dapat memberikan perlindungan jangka panjang kepada masyarakatnya.

Satu di antaranya adalah penegasan penerapan zona merah rawan bencana.

Doni berharap agar pemetaan wilayah yang masuk dalam zona merah dapat mematuhi aturan untuk tidak mendirikan bangunan maupun kegiatan dan aktivitas lain.

Sebab bisa berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila bencana alam terjadi seperti 2018 lalu.

"Bagaimana kita memberikan perlindungan untuk jangka panjang. Kita tidak bisa hanya memikirkan jangka pendek seperti sekarang ini. Kawasan-kawasan yang sudah diputuskan sebagai zona merah tolong ini sekali lagi tolong dipatuhi. Karena yang menentukan ini bukan orang sembarangan. Hampir semua ahli dilibatkan,” kata Doni seperti yang dimuat dalam laman resmi BNPB.

Lebih lanjut, Doni juga meminta agar dalam penyusunan rencana kerja dan rencana pembangunan ke depannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat melibatkan pakar maupun para ahli sebagai referensi.

"Masukan pakar harus kita jadikan referensi dalam menyusun rencana kerja dan rencana pembangunan yang akan datang,” pinta Doni.

Turut hadir dalam rangkaian peninjauan tersebut, Plt. Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Abdul Muhari sebelumnya mengatakan bahwa siklus gempa di Palu merupakan peristiwa pengulangan satu generasi.

Artinya, siklus terjadinya gempa tersebut terjadi setiap 25-30 tahunan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved