Breaking News:

Bantah Pernyataan Megawati, Anggota DPR Termuda: Orang Tua Juga Rentan Terpengaruh Hoaks

Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut tidak setuju dengan anggapan bahwa anak-anak muda masa kini lebih mudah percaya hoaks.

Editor: Lita Andari Susanti
Dokumentasi Pribadi/ Hillary Brigitta Lasut
Hillary Brigitta Lasut, anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 Partai Nasdem. 

TRIBUNPALU.COM - Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Hillary Brigitta Lasut tidak setuju dengan anggapan bahwa anak-anak muda masa kini lebih mudah percaya hoaks dan enggan mencari tahu kebenaran dari informasi yang diterima di media sosial.

Hal itu disampaikan Hillary dalam menanggapi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menyebut anak-anak muda masa kini lebih percaya hoaks.

Anggota DPR termuda itu mengatakan, risiko seseorang terpengaruh informasi hoaks tidak hanya dialami anak-anak muda, tetapi semua umur. Bahkan, menurut Hillary, kelompok usia 50-an cenderung rentan terpengaruh hoaks.

 

"Anak muda yang mudah percaya hoaks? Salah. Hoaks bisa mempengaruhi siapa saja. Risiko termakan hoaks itu tidak hanya ada pada anak muda, tapi bisa terjadi di segala usia, orang tua di usia di atas 50an saat ini juga sangat rentan terhadap hoaks," kata Hillary saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Megawati: Saya Sering Dibully, Banyak Orang Tidak Suka Saya, Nggak Apa-apa

Baca juga: Megawati Kritik Sumbangsih Milenial, Bagaimana Nasib Staf Khusus Milenial Jokowi? Ini Kata Pengamat

Hillary mengatakan, perkembangan teknologi saat ini membuat penyebaran hoaks semakin masif.

Oleh karenanya, kata Hillary, masyarakat harus memiliki kemampuan menyaring informasi dan membiasakan untuk check and recheck sebelum menyebarkan berita.

"Kebiasaan check and recheck diharapkan bisa menjadi skill wajib yang dimiliki masyarakat Indonesia sebelum menyebarkan berita," ujarnya.

Menurut Hillary, usia tidak bisa menjadi dasar untuk mengkategorikan suatu kelompok yang sering memercayai hoaks.

Ia menuturkan, kelompok yang mudah terpengaruh hoaks merupakan dampak dari minimnya literasi dan kurang menggali informasi, bukan karena persoalan usia.

"Anak-anak muda masih banyak yang mau stalking dan cari tahu lebih dalam untuk memenuhi rasa penasarannya," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved