Breaking News:

Debat Kandidat Pilgub Sulteng 2020

Ditanya Moderator Soal Penanganan Ekonomi Sosial, Rusdi Mastura Balik Bertanya ke Hidayat Lamakarate

Pertanyaan itu dibacakan moderator Anisha Dasuki terkait ekonomi sosial, penanganan bencanan alam dan non alam.

Editor: mahyuddin
MAHYUDDIN/TRIBUNPALU.COM
Pasangan calon Gubernur Sulawesi Tengah kompak mengenakan kemeja putih dan peci hitam saat mengikuti Debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 di Hotel Best Western Plus, Jl Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sabtu (31/10/2020). 

TRIBUNPALU.COM, PALU –  Calon Gubernur Sulteng Rusdi Mastura melempar pertanyaan tim ahli kepada rivalnya Hidayat Lamakarate dalam debat kandidat Pilgub Sulteng 2020.

Pertanyaan itu dibacakan moderator Anisha Dasuki terkait ekonomi sosial, penanganan bencanan alam dan non alam.

Debat  kandidat Pilgub Sulsel 2020 putaran kedua berlangsung di Swiss-Bellhotel Silae Palu, Jl Malonda Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Kota Palu, Sabtu (14/11/2020).

Awalnya, Rusdi Mastura mengambil amplop cokelat berisi pertanyaan.

Namun, setelah moderator membacakan pertanyan, Rusdi Mastura kemudian memberikan tanggapan terkait kondisi penyintas bencana yang hingga kini belum ditangani pemerintah dengan baik.

Baca juga: Suka Anak Kecil, Roger Danuarta Ingin Punya Lima Anak, Cut Meyriska: Waduh, Yang Benar Aja?

Baca juga: Ada Proyek Pengerjaan Drainase, Jalan RA Kartini Palu Diselimuti Debu

Baca juga: Plt Kadishub Sulteng Doyan Makan Ikan dan Kue Tradisional

“Penanganan bencana kita tidak maksimal, masih banyak yang belum mendapatkan bantuan, sementara anggaran masih sangat terbatas. Bagaimana cara untuk menyelesaikan itu?,” kata Rusdi.

Setelah dipersilakan moderator menanggapi jawaban Rusdi Mastura, calon Gubernur Sulteng Hidayat Lamakarate pun langsung merespon.

“Penanganan bancana yang dilakukan pemerintah selama ini, itu sebenarnya bertahap. Tahap pemulihan kemudian masuk pada sekitor pemberdayaan dengan memastikan dana stimulant dan bantuan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat,” jawab Eks Sekprov Sulteng itu.

Wakilnya pun, Bartholomeus Tandigala, juga memberikan tanggapan yang tidak jauh berbeda.

Usai mendengar tanggapan itu, moderator Anisha Dasuki kemudian mempersilakan Rusdi Mastura untuk memberikan tanggapan itu.

“Yang saya permasalahkan, sekarang sudah dua tahun, orang di tenda dan huntara merasakan panasnya siang dan dinginnya malam, persoalannya, Inpres 10 akan berakhir,” ujar Wali Kota Palu periode 2005-2015.

Baca juga: Sigi dan Banggai Laut Hanya 2 Kali, Berikut Jadwal Debat Kandidat Pilkada 2020 di Sulteng

Baca juga: 2 Kali Aristan Teriak dalam Debat Kandidat Pilwali Palu

Baca juga: Begini Cara Cagub Sulteng Rusdy Mastura Hibur Relawan di Waktu Luang

Menurut Rusdi Mastura, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng akan berakhir 31 Desember 2020, sementara penanganan penyintas alias korban bencana belum maksimal.

Pilgub Sulteng 2020 mempertemukan pasangan Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala diusung koalisi Gerindra dan PDIP, serta didukung Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang (PBB) dan PSI.

Sementara Rusdi Mastura - Ma’mun Amir diusung 10 partai politik yaitu, Nasdem, PAN, Hanura, Partai Garuda, PKB, Perindo, Golkar, PKS, PPP dan PRD.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved