Breaking News:

Jaga Eksistensi di Tengah Pandemi Covid-19, Febriandy, Pelukis asal Kota Palu Ikuti Pameran Virtual

Pelukis asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, M Febriandy turut berpartisipasi dalam pameran virtual bertajuk Pameran Niche #01

Tangkapan Layar di ChiaroBytes.com
Pameran Virtual karya M Febriandy 

TRIBUNPALU.COM - Pelukis asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, M Febriandy turut berpartisipasi dalam pameran virtual bertajuk Pameran Niche #01.

Pameran Niche #01 digagas oleh ChiaroBytes, dengan tema seniman Indonesia yang memiliki karakteristik-karakteristik yang unik.

Total ada lima seniman yang berpartisipasi, artis abstract-fluid Teresa Nikita dari Jakarta, penulis Isabella Reharta dari Jakarta, pelukis bertema kardus M. Febriandy dari Palu, dan artis digital-print Yosua Setiawan dari Jakarta.

Baca juga: Profil Sosok Febriandi, Pelukis Manusia Kardus Koleksi Presiden Jokowi dan Menteri Susi

Dalam pameran virtual yang berlangsung mulai 15 November sampai 5 Desember 2020 ini, Febriandy memamerkan 6 lukisan terbaiknya.

Pameran Niche #01 dapat diakses di situs www.chiarobytes.com secara gratis.

Febriandy mengaku senang bisa berpameran secara virtual, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan menggelar pameran secara tatap muka.

"Hanya dengan ini seniman bisa tetap eksis berpameran dimasa covid-19," kata pelukis yang karyanya sudah jadi koleksi Presiden Jokowi ini.

Menurutnya, pameran virtual bisa jadi pendorong bagi para seniman untuk terus bersemangat berkarya walau di tengah Pandemi Covid-19.

"Ini sangat positif untuk keberlangsungan berkarya seniman-seniman di tengah pandemi ini," kata dia kepada TribunPalu.com. 

Baca juga: Presiden Jokowi sampai Sri Mulyani Koleksi Lukisan Kardus Karya Pelukis asal Palu

Dalam kesempatan pameran virtual ini, Febriandi memamerkan enam lukisannya, yang berjudul The Land of Eve, AS Club, My Future, CR7, Offerings From Heaven, dan Identity - MonaLidya.

Seniman kelahiran Palu ini menyatakan AS Club jadi salah satu lukisan terbaiknya saat ini yang cocok dengan tema pameran virtual.

Karena lukisan tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang pelukis yang terus berkarya.

"Pada lazimnya seorang seniman lebih suka menyendiri, mencurahkan ide gagasannya pada malam yang sunyi, karya membawa semangat berapi-api," kata dia menjelaskan sebagian arti dari lukisan AS Club.

Sementara itu, Managing Director of ChiaroBytes Kenny Yustana mengatakan pemeran virtual ini sebagai wadah para seniman untuk lebih bisa memamerkan karyanya secara lebih luas.

"Misi awal kami adalah untuk menyediakan wadah kepada seniman agar dapat menunjukan karya tanpa limitasi, baik dalam bentuk lukisan, patung, fotografi, tulisan, dll," kata Kenny Yustana melalui keterangan tertulis kepada TribunPalu.com.

Di sisi lain, ChiaroBytes juga ingin memberikan kesempatan kepada para seniman untuk berpameran meski masih terhalang Pandemi Covid-19.

"Ke depannya ChiaroBytes akan terus mengadakan pameran-pameran virtual lainnya dan membuka kesempatan untuk seniman maupun bisnis yang ingin menunjukkan karya atau produk mereka secara digital kepada publik," ujar Kenny Yustana.

(TribunPalu.com)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved