Penulis Biografi Donald Trump Sebut Sang Presiden AS Miliki Gangguan Psikis dan Emosi

Hal itu yang menurut O'Brien membantu Trump bertahan begitu lama sekaligus mengakui bahwa Trump memang telah menarik banyak pemilih AS.

Editor: Bobby Wiratama
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNPALU.COM - Seorang jurnalis dan penulis biografi Timothy O'Brien untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal era-2000 mengatakan bahwa presiden merupakan 'orang paling beruntung di muka bumi'.

O'Brien pada Jumat (20/11/2020) berbicara kepada The AM Show tepat setelah pengacara pribadi Trump Rudolph (Rudy) Giuliani mengatakan dalam jumpa pers bahwa ada bukti penipuan dalam pemilihan presiden AS.

Presiden AS saat ini memang telah memperjuangkan bukti bahwa dia adalah pemenang yang sah dalam pemilu 3 November melalui jalur hukum.

Usai jumpa pers itu, O'Brien mengungkap bahwa Trump memiliki semacam keyakinan yang aneh bahwa dia tahu hampir semua hal tentang apapun yang dia hadapi.

"Faktanya sebagian besar waktu yang ada dalam pikirannya adalah dia memikirkan tentang golf, tentang makanan, tentang uang, tentang seks, dan dia berpikir sangat sedikit selain itu," ungkap O'Brien.

Baca juga: Kepala BPOM: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Harus Sesuai Standar WHO

Baca juga: Mengaku Siap, Ridwan Kamil Beri Keterangan Soal Kerumunan Acara Rizieq Shihab Hari Ini

Menurut jurnalis itu, Trump selalu memiliki sirkel di sekelilingnya yang mampu membuatnya kebal dari kesalahan dan lolos dari berbagai hal.

“Dia [Trump] dilahirkan di dalam keluarga kaya dan kekayaan ayahnya menutupi ketidakmampuannya sebagai pelajar, termasuk dalam menghadapi sejumlah masalah seperti kebangkrutan ketika dia menjadi seorang pengusaha. Lalu di saat dia menjadi seorang selebriti dan dia mendapat ketenaran di sekitarnya yang memungkinkannya berperilaku layaknya seorang predator...

"Kemudian dia menjadi Presiden Amerika Serikat dan dia mendapatkan semua rangkaian perlindungan hukum yang memungkinkannya untuk menginjak-injak beberapa pedoman konstitusi yang tidak tertulis... Dan sekarang dia mengobarkan perang di proses pemilihan AS hanya karena dia bisa.

"Saya pikir salah satu pelajaran [yang bisa dipetik] dari kehidupan Donald Trump adalah dia adalah orang paling beruntung di muka bumi. Meskipun dia mungkin telah menjadi seorang penipu terlama dalam sejarah modern, dia telah dilindungi dari konsekuensi itu selama beberapa waktu," ungkap O'Brien panjang lebar.

Dia juga menambahkan bahwa dia percaya Trump lebih percaya pada dirinya sendiri daripada mengatakan yang sebenarnya.

Menurut O'Brien hal itu dikarenakan Trump 'ingin dunia percaya apapun yang dia percaya tentang dirinya sendiri'.

"Dia adalah pria yang bermasalah secara emosional dan psikologis yang tidak memiliki penyesalan seperti dilakukan orang-orang pada umumnya, tentang berbohong atau membesar-besarkan atau memutarbalikkan kenyataan demi keuntungannya sendiri," kata O'Brien.

Hal itu yang menurut O'Brien membantu Trump bertahan begitu lama sekaligus mengakui bahwa Trump memang telah menarik banyak pemilih AS.

Meski jujur terkejut karena orang seperti Trump yang dinilai tidak mampu, tidak disiplin dan tidak berpikiran strategis ataupun punya kecerdasan dan bahkan punya sikap yang egois menjadi presiden, O'Brien mengatakan bahwa Trump adalah cermin dari kebutuhan dan kepentingan banyak kalangan.

“Tapi kita juga harus ingat dia adalah cerminan dari kebutuhan dan kepentingan banyak pemilih di AS dan banyak masalah yang belum terselesaikan dalam ekonomi AS seputar kesetaraan pendapatan, perpecahan ras yang masih menghantui AS. Dia adalah puncak dari banyak proses sosial yang sangat intens."

Dia mengakui Trump adalah seorang komunikator yang baik, dan mengerti bagaimana cara menyampaikan pesannya kepada audiensnya.

Hal yang aneh tentang Trump adalah dia mungkin adalah seorang presiden yang terlalu blak-blak-an di media sosial. Trump juga dinilai suka mengatur dibanding presiden lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penulis Biografi Trump Sebut Presiden AS Itu Bermasalah secara Psikis dan Emosi"

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved