Breaking News:

Penggunaan Teknologi Tepat Guna, Perusahaan Rintisan Aruna Indonesia Bagi Tips Manfaatkan Digital

Internet merupakan pelengkap dari suatu bisnis. Jika bisnis sudah ketemu aplikasi yang tepat, tinggal ditambahkan lagi teknologi terbaru.

Istimewa
Webinar Kalsul Series #13, Forum Koordinasi Kehumasan SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi via daring, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Aruna Indonesia merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.

Menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam Webinar Kalsul Series #13, Forum Koordinasi Kehumasan SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi via daring, Kamis (26/11/2020).

Sebagai perusahaan rintisan, atau start up, pendapatan Aruna sepanjang semester I-2020 tumbuh hingga 86 kali dibanding periode yang sama pada semester I-2019.

CEO dan Co-Founder Aruna, Utari Octavianty menjelaskan sebelum pandemi, Aruna Indonesia lebih fokus pada eksportir. Yakni melakukan 95 persen ekspor, dan 5 persennya penjualan pasar domestik.

Namun setelah pandemi, kebiasaan berubah menyesuaikan situasi dan konfirmasi.

Aruna 75 persen melakukan ekspor dan 35 persen penjualan pasar domestik.

Hal ini karena adanya kendala transportasi ke luar negeri selama pandemi, yang membuat Aruna memanfaatkan platform digital pasar lokal. Hasilnya, pasar domestik juga makin luas.

"Semua era saat ini sudah digital, mau jualan sudah gampang. Platformnya juga sudah tersedia sangat banyak," ujar Utari.

Menurut perempuan berhijab ini, startup dan UMKM memiliki konsep yang hampir mirip. Jelas Utari, keduanya merupakan bisnis yang sama-sama dimulai dari nol. Kendati demikian wajib yang ditanamkan modal bisnis small, fast, lean and scalable.

Lanjutnya, kesalahan UMKM atau startup adalah membangun bisnis yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Validasi ide dengan kebutuhan target customer wajib dilakukan.

"Bagaimana bisa bertahan di era pandemi. Adalah ketika yang memiliki bisnis menyukai apa yang dilakukan, maka bisnis tersebut dapat bertahan. Punya fokus tujuan, baik itu tujuan pribadi maupun usaha yang didirikan," jelas perempuan kelahiran Samarinda, dan besar di Balikpapan ini.

Kelompok nelayan binaan Aruna, yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut, paling banyak mengekspor ke negara Amerika Serikat dan China. Kedua negara tersebut sangat suka sea food asal Indonesia.

Untuk komoditi, di Amerika Serikat menyukai kepiting ragunan dan jenis ikan. Sedang China, menyukai lobster, serta jenis ikan seperti kerapu, kakap, tuna, dll.

Di masa pandemi, lanjut Utari sangat dibutuhkan internetisasi agar koordinasi tetap berjalan.

"Internet merupakan pelengkap dari suatu bisnis. Jika bisnis sudah ketemu aplikasi yang tepat, tinggal ditambahkan lagi teknologi terbaru yang dapat membantu produktifitas," pungkasnya. (Tribunkaltim.co/Heriani)

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved